Call Us:+1-888-888-888
Background Image

UIN Banten & IAIN Jayapura Bersama Gelar KUKERTA Nusantara

Home  /  Pendidikan  /  UIN Banten & IAIN Jayapura Bersama Gelar KUKERTA Nusantara

1.Dec, 2019 Comments Off on UIN Banten & IAIN Jayapura Bersama Gelar KUKERTA Nusantara Pendidikan

UIN Banten & IAIN Jayapura Bersama Gelar KUKERTA Nusantara

UIN Banten & IAIN Jayapura Bersama Gelar KUKERTA Nusantara

UIN Banten & IAIN Jayapura Bersama Gelar KUKERTA Nusantara

UIN Banten & IAIN Jayapura Bersama Gelar KUKERTA Nusantara

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten dan Institut

Agama Islam Negeri Fattahul Muluk (IAIN FM)-Jayapura, Papua bersinergi gelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama dengan tajuk ‘KUKERTA Nusantara’.

“KUKERTA Nusantara ini akan berlangsung selama 30 hari, sejak 26 Juli sampai 29 Agustus 2019. KUKERTA ditempatkan di lokasi yang berbeda-beda, di Aso I Distrik Keerom Kabupaten Jayapura, Aso VII Distrik Keerom Kabupaten Jayapura, dan Koya Timur Distrik Muara Tami Kota Jayapura,” kata Ketua LP2M UIN SMH, Masykur Wahid di Jayapura, Selasa (30/7).

KUKERTA sebelumnya dikenal dengan istilah KKN. Giat ini digawangi Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) untuk melaksanakan seleksi. Dari hasil seleksi, LP2M UIN SMH menghasilkan tiga mahasiswa dan mahasiswi yang dipandang layak dan mampu hidup berbaur dengan masyarakat di Papua.

“Ketiga mahasiswa itu adalah Nofi Ningtyasari dari Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Ade

Riad dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, dan Firza Muhammad Firdaus dari Program Studi Tadris Bahasa Inggris,’ ungkap alumnus UIN Sunan Kalijaga ini.

Menurut Masykur, tujuan ‘KUKERTA Nusantara’ yang dilaksanakan di Papua adalah untuk memperkuat wawasan kebangsaan mahasiswa dan masyarakat Papua dengan cara hidup bersama (live in).

“Masyarakat Papua akan mengetahui secara nyata kerja-kerja mahasiswa dari Pulau Jawa khsusnya UIN SMH-Banten. Begitu juga, mahasiswa UIN SMH akan memahami kehidupan unik masyarakat Papua di Jayapura,” kata peneliti UIN SMH yang berasal dari Cirebon ini.

Tujuan lainnya adalah menguatkan rasa cinta pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal

itu antara lain diwujudkan dalam program pendidikan (melestarikan) menanam pohon Pinang bagi anak-anak kampung.

“Pohon Pinang merupakan obat menguatkan gigi dan simbol kesatuan masyarakat Papua,” kata Masykur mantan aktifis di Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS) Jogjakarta yang telah menulis buku ‘Teori Interpretasi Paul Ricoeur’ yang juga diterbitkan oleh LKIS ini.

 

Baca Juga :


Comments are closed.