Strategi Pengelolaan Likuiditas

Strategi Pengelolaan Likuiditas

Strategi Pengelolaan Likuiditas

Di dalam memelihara likuiditas maka faktor ekstern harus diperhatikan dan diantisipasi. Harus didasari bahwa perbankan syariah adalah industri yang masih  dalam tahap permulaan sehingga belum mampu menjadi pemimpin dalam industri perbankan khususnya di Indonesia. Berdassarkan kenyataan tersebut maka di dalam isu llikuiditas ini, di samping bersaing dengan sesama bank syariah, persaingan juga terjadi dengan bank konvensional yang sudah mapan. Untuk mengatasi damn mengatsi massalah likuiditas dikaitkan dengan upaya pengembangan bank syariah, tuntunan deposan,profesionalitas, tingkat profitabilitas dan kepatuhan terhadap sistem syariah, bank syariah harus melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Menggiatkan pendidikan dan sosialisasi bank isalam khususnya menjelaskan tentang aspek-aspek ekonomi dan sistem nilai keislaman kepada masyarakat. Diharapkan dengan cara ini akan memberikan dampak positif berikut:
  2. Deposan atau investor baru akan datang mendeposit dananya ke bank islam.
  3. Meningkatkan dana baru yang masuk akan meningkatkan kemampuan ekspansi bisnis bank islam dan suatu saat diharapkan mampu  mewarnai industri perbankan.
  4. Deposan tidak terpengaruh dengan return tinggi yang tidak halal yang ditawarkan oleh lembaga keuangan konvensional.
  5. Terus memperbaiki dan meningkatkan kinerja bank syariah. Mengintensifkan dan fokus pada equity based financing seperti joint financing untuk membiayai proyek-proyek pemerintah dan swasta, membeli sukuk pemerintah atau corporate, dan lain-lain.

Menawarkan return tinggi dan komperatif adalah salah satu cara memelihara loyalitas segmen deposan rasional juga menarik deposan baru.

  1. Memperkuat koordinasi,komunikasi, daan pengertian dengan deposan atau investor dan patner bisnis. Terkait dengan pendekatan syariah terhadap risiko likuiditas, proses mobilisasi dana dan proses penyaluran dana menyangkut tiga komponen penting, yaitu:
  2. Tingkah laku masyarakat karena operassional bank syariah didasarkan pada amanah dan berbagai resiko dengan patner bisnis.
  3. Harmonisasi asset dan liability.
  4. Pengukuran dan monitoring dana.
  5. Mengidentifikasikan berapa banyak deposan rational yang dimiliki bank. Salah satu cara untuk mengidentifikasikan rational deposan adalah dengan mengamati berapa banyak dan mereka yang menarik dananya dan memindahkan ke bank konvensional ketika tingkat suku bunga dari bank konvensional lebih tinggi dari return yang dihasilkan oleh Bank Islam.
  6. Membentuk satuan tugas atau tim khusus untuk memonitor, mengevaluasi dan mendeteksi kemungkinan terjadinya kesulitan likuiditas yang akan menimpa bank. Hal pertama yang harus dilakukan adalah meneliti aliran dana untuk mengantisipasi mismatch asset-likuiditas, menetapkan kebijakan internal mengenai ukuran default dari partner bisnis, mendesain strategi menghadapi masalah likuiditas sekaligus struktur birokrasi pengambilan  keputusan di dalam memenuhi kebutuhan likuiditas yang mendesak.

https://kaosfullprint.co.id/zombie-annihilator-apk/