Call Us:+1-888-888-888
Background Image

Sistem keyakinan penduduk praaksara Indonesia

Home  /  Pendidikan  /  Sistem keyakinan penduduk praaksara Indonesia

26.Jul, 2019 Comments Off on Sistem keyakinan penduduk praaksara Indonesia Pendidikan

Sistem keyakinan penduduk praaksara Indonesia

Sistem keyakinan penduduk praaksara Indonesia

Prasejarah, Sistem keyakinan penduduk praaksara Indonesia – Sistem keyakinan penduduk praaksara di Indonesia tidak lepas berasal dari keyakinan asli penduduk Indonesia. Dalam kehidupan keagamaan di Indonesia, keyakinan asli merupakan wujud kerohanian yang khas dimiliki oleh bangsa Indonesia. Oleh dikarenakan itu, keyakinan asli sering disebut bersama dengan agama asli atau religi.

Kepercayaan manusia tidak terbatas pada dirinya sendiri saja, akan tetapi pada benda-benda dan tumbuh-tumbuhan yang berada di sekitarnya. Berdasarkan keyakinan tersebut, manusia tahu bahwa makhluk halus atau roh itu mempunyai wujud nyata dan sifat yang mendua, yaitu sifat yang mempunyai kebaikan dan sidat yang mendatangkan keburukan.
Masyarakat praaksara Indonesia – Jika diperhatikan, lukisan-lukisan yang terdapat di gua-gua tidak cuma mempunyai nilai estetika, tetapi terhitung mengandung makna etika magis. Beberapa pakar menyimpulkan bahwa cap-cap tangan bersama dengan latar belakang cat merah mempunyai makna kekuatan atau dukungan berasal dari roh-roh jahat.
Seperti terdapat pada beberapa lukisan di Papua mempunyai kaitan bersama dengan upacara penghormatan nenek moyang, menghendaki hujan dan kesuburan, dan juga memperingati suatu moment yang terlalu penting. Adanya keyakinan-keyakinan itulah yang lantas mendorong berkembang beberapa keyakinan di Indonesia, diantaranya animisme, dinamisme dan totemisme.

Animisme merupakan keyakinan pada roh-roh nenek moyang. Awal munculnya keyakinan animisme ini didasari oleh beragam pengalaman berasal dari penduduk yang bersangkutan. Misalnya pada daerah di kurang lebih daerah tinggal terdapat sebuah batu besar.
Masyarakat yang melewati batu besar tersebut mendengar keganjilan layaknya suara minta tolong, memanggil namanya, dan lain-lain. Namun begitu diamati mereka tidak menemukan terdapatnya orang atau apapun. Peristiwa tersebut lantas konsisten berkembang hingga penduduk menjadi peracaya bahwa batu yang dimaksud mempunyai roh atau jiwa.
Dinamisme adalah suatu keyakinan bersama dengan keyakinan bahwa semua benda mempunyai kekuatan gaib, andaikan gunung, batu, dan api. Bahkan benda-benda buatan manusia layaknya patung, tombak, jimat dan lain sebagainya.
Totemisme merupakan keyakinan bahwa binatang spesifik merupakan nenek moyang suatu penduduk atau orang tertentu. Binatang yang diakui nenek moyang antara penduduk yang satu bersama dengan lainnya berbeda-beda. Biasanya binatang nenek moyang tersebut disucikan, tidak boleh diburu dan dimakan, jika untuk upacara tertentu.

Masyarakat praaksara Indonesia – Kepercayaan animisme dan dinamisme menjadi keyakinan asli bangsa Indonesia sebelum akan agama Hindu dan Budha masuk ke Indonesia. Dalam kehidupan keagamaan di Indonesia, kedua keyakinan itu sudah berakar kuat. Salah satu faktor yang mampu dikaitkan bersama dengan kedua keyakinan tersebut adalah berupa peninggalan-peninggalan zaman megalitikum.

Menhir / arca, merupakan lambang & tahta persemayaman roh leluhur. Kedua jenis peninggalan itu digunakan sebagai layanan pemujaan pada roh nenek moyang. Dolmen dan punden berundak mengenai bersama dengan kegiatan upacara, dikarenakan dolmen digunakan sebagai daerah sesaji, namun punden berundak digunakan untuk daerah upacara.

Praktik-praktik keyakinan animisme & dinamisme itu terhitung muncul dalam penyelenggaraan upacara-upacara yang berhubungan bersama dengan kematian. Penyelenggaraan upacara kematian dilandasi bersama dengan keyakinan bahwa kematian itu pada hakikatnya tidak mempunyai perubahan dalam kedudukan, kondisi dan sifat seseorang. Dengan landasan itu, penguburan mayat selalu disertai bersama dengan bekal-bekal kubur dan arwah mayat yang disesuaikan bersama dengan kedudukannya saat masih hidup.
Keyakinan akan terdapatnya dunia arwah muncul berasal dari arah penempatan kepala mayat yang diarahkan ke daerah asal atau daerah bersemayam roh nenek moyang mereka. Tempat yang biasanya dipercayai sebagai daerah roh nenek moyang adalah daerah matahari terbit atau terbenam, dan tempat-tempat yang tinggi, andaikan di gunung dan bukit.

Baca Juga :


Comments are closed.