Call Us:+1-888-888-888
Background Image

Siklon Tropis – Pengertian, Kejadian, Dampak, Resiko Kerugian

Home  /  Uncategorized  /  Siklon Tropis – Pengertian, Kejadian, Dampak, Resiko Kerugian

19.Aug, 2019 Comments Off on Siklon Tropis – Pengertian, Kejadian, Dampak, Resiko Kerugian Uncategorized

Siklon Tropis – Pengertian, Kejadian, Dampak, Resiko Kerugian

Siklon Tropis – Pengertian, Kejadian, Dampak, Resiko Kerugian

Siklon Tropis – Pengertian, Kejadian, Dampak, Resiko Kerugian – Siklon tropis adalah masalah atmosfer bersifat aktifitas sirkulasi vorteks di atmosfer akibat adanya tekanan rendah di suatu tempat. Pada umumya, siklon tropis berlangsung di tempat lintang menengah. Akan tetapi, tidak tertutup mungkin masalah ini berlangsung pula di lintang rendah layaknya di Indonesia.

Meskipun probabilitas terjadinya benar-benar kecil, siklon tropis di Indonesia pernah berlangsung setidaknya 6 kali, di antaranya Siklon Tropis Vamei (26-31 Desember 2001), Siklon Tropis Inigo (30 Maret – 9 April 2003), Siklon Tropis Durga (22-24 April 2008), Siklon Tropis Kirrily (26-27 April 2009), Siklon Tropis Cempaka (26-29 November 2017) dan Siklon Tropis Dahlia (29 November – 4 Desember 2017).

Siklon tropis secara lazim miliki efek segera dan tak langsung. Dampak segera siklon tropis adalah situasi meteorologi yang menyertainya secara sejalan pada sementara siklon berlangsung. Dampak segera ini pada lain bersifat peningkatan curah hujan dan kecepatan angin serta adanya gelombang tinggi.

Dampak tak segera adalah efek kelanjutan akibat adanya peningkatan aktivitas meteorologi tersebut, di antaranya bisa bersifat banjir, tanah longsor, erosi dan perubahan ekosistem pantai, banjir pantai (coastal flooding) dan kerusakan beragam infrastruktur.

Pada umumnya, kemunculan siklon tropis bakal diikuti oleh kejadian cuaca ekstrim. Kejadian cuaca ekstrim tersebut seringkali miliki efek yang benar-benar besar pada perekonomian.

Estimasi kerugian secara ekonomi sebagai akibat dari siklon tropis telah dikemukakan oleh Mendelshon dkk (2012) bersama dengan sertakan prediksi perubahan iklim pada kemunculan siklon tropis yang pada selanjutnya bakal menyebabkan kerusakan beragam aset di kira-kira tempat lintasan siklon tropis.

Menurut hasil penelitian tersebut, wilayah yang mengalami kerugian ekonomi paling besar adalah Amerika Tengah. Di samping itu, wilayah Amerika Utara, kepulauan Pasifik, dan Asia Timur juga miliki dampak kerugian ekonomi di atas umumnya walau tidak sebesar wilayah Amerika Tengah.

Penelitian sejenis tentang efek cuaca ekstrim pada bidang ekonomi juga telah dilaksanakan diantaranya oleh Neumann dkk. (2015) untuk wilayah pesisir Vietnam, untuk bidang ketahanan pangan dan suplai rantai makanan di Australia oleh Beer (2018), untuk mitigasi dampak pengembangan wilayah pantai di New York oleh Lin & Shullman (2015).

Bahkan Yu dkk (2017) telah melaksanakan kajian tentang efek cuaca ekstrim pada faktor sosial-ekonomi, yang dalam perihal ini bersifat tingkat kriminal sepanjang cuaca ekstrim berlangsung. Di samping itu, menurut Deng dkk (2015) dan Zheng dkk (2017) terdapat pula kasus kebugaran yang ditimbulkan setelah kejadian siklon tropis.

Dampak terutama yang benar-benar wajib mendapat perhatian besar dari kejadian siklon tropis adalah mungkin munculnya korban jiwa, layaknya dikemukakan oleh Su dkk (2016). Oleh gara-gara perihal tersebut, maka pemahaman yang mendalam tentang fenomena siklon tropis wajib dimiliki untuk meminimalisir kerugian yang mungkin timbul.

Kerugian secara ekonomi akibat kemunculan siklon tropis kerap diakibatkan oleh banjir, layaknya yang diuraikan oleh Villarini (2016) bahwa kejadian banjir di sebelah Barat dan Timur Amerika yang condong berlangsung di bulan Oktober-Maret benar-benar terpengaruh oleh aktivitas siklon tropis.

Sumber : https://www.biologi.co.id/6-ciri-ciri-makhluk-hidup/

baca juga :


Comments are closed.