Call Us:+1-888-888-888
Background Image

Rahasia Agar Selalu Beruntung

Home  /  Pendidikan  /  Rahasia Agar Selalu Beruntung

30.Nov, 2019 Comments Off on Rahasia Agar Selalu Beruntung Pendidikan

Rahasia Agar Selalu Beruntung

Rahasia Agar Selalu Beruntung

Apakah keberuntungan dan kesialan udah suratan takdir? Adakah cara sehingga kami selalu jadi orang yang beruntung? Untuk menyadari jawabannya, kami lihat penelitian berikut.

Dua sisi paradoks kehidupan ini rupanya menarik minat ilmuwan. Mengapa tersedia orang yang (merasa) selalu beruntung, waktu sebaliknya tersedia yang sial dan sial lagi? Professor Richard Wiseman berasal dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang untung bersama dengan yang sial. Proyek penelitannya disebut: The Luck Project.

Metode penelitiannya sebagai berikut:

Wiseman merekrut sekelompok orang yang mulai hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana kemungkinan keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata sebetulnya orang yang untung bertindak berlainan bersama dengan mereka yang sial.

Dalam keliru satu sesi The Luck Project ini, Wiseman menambahkan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada 2 grup tadi. Orang-orang berasal dari grup sial membutuhkan waktu biasanya 2 menit untuk selesaikan tugas ini. Sementara mereka berasal dari grup si Untung hanya kudu sebagian detik saja! Lho kok bisa?

Ya, dikarenakan pada mulanya terhadap halaman ke-2, Wiseman udah letakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “Berhenti menghitung sekarang! tersedia 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial membebaskan tulisan ini kala asyik menghitung gambar.

Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman menyimpan pesan lain yang bunyinya: “Berhenti menghitung sekarang dan beritahu ke peneliti Anda mendapatkan ini, dan menangkan $250!”. Lagi-lagi grup sial membebaskan pesan tadi! Memang sangat sial.

Singkatnya, berasal dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman mendapatkan 4 faktor yang membedakan mereka yang untung berasal dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang
Orang untung ternyata sebetulnya lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih sensitif terhadap adanya peluang, pintar menciptakan peluang, dan bertindak kala kesempatan datang.

Ternyata orang-orang yang untung miliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap hubungan bersama dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.

Sebagai contoh, kala Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya perihal sekilas yang kemungkinan dapat dilewatkan kebanyakan orang yang tidak cukup beruntung. Tapi Helzber berpikir lain, ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, keliru seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya.

Maka Helzberg langsung beri salam pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun berjalan dan Helzberg yang pada mulanya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian, Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membawa dampak keputusan
Orang yang untung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan perlu yang dikerjakan oleh orang untung ternyata sebagian besar dikerjakan atas basic bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih.

Artikel Lainnya : https://tokoh.co.id/biodata-blackpink-all-member-dan-fakta-terlengkap/

Angka-angka dapat sangat membantu, tapi final decision kebanyakan berasal dari “gut feeling”. Yang kemungkinan sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi dapat sulit kami dengar jika otak kami pusing bersama dengan penalaran yang tak berkesudahan.

Makanya orang untung kebanyakan miliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya lewat meditasi yang teratur. Pada suasana mental yang tenang, dan anggapan yang jernih, intuisi dapat lebih gampang diakses. Dan makin kerap digunakan, intuisi kami juga dapat makin tajam.

3. Selalu meminta kebaikan dapat datang
Orang yang untung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan dapat mampir kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan dapat lebih positif dalam berinteraksi bersama dengan orang lain.

Coba saja laksanakan tes sendiri secara sederhana. Tanya orang berhasil yang kamu kenal, bagaimana prospek usaha ke depan. Pasti mereka dapat menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah perihal yang buruk jadi baik
Orang-orang untung sangat pintar menghadapi suasana buruk dan merubahnya jadi kebaikan. Bagi mereka, tiap tiap suasana selalu tersedia sisi baiknya.

Dalam keliru satu tesnya Prof Wiseman meminta para relawan untuk mengayalkan sedang pergi ke bank, dan tiba-tiba bank selanjutnya diserbu kawanan perampok bersenjata.

Reaksi orang berasal dari grup sial umunya adalah: “Wah sial bener tersedia di tengah-tengah perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “Untung saya tersedia di sana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk fasilitas dan bisa duit”.

Apapun situasinya, orang yang untung pokoknya untung terus. Mereka bersama dengan cepat bisa beradaptasi bersama dengan suasana buruk dan merubahnya jadi keberuntungan.
Sekarang, bagaimana kami menyikapi pemikiran Richard Wiseman? 4 faktor di atas adalah kunci untuk beroleh keberuntungan. Intinya adalah: miliki rasa syukur dan selalu berpikir positif.

Dengan konsisten memupuk rasa syukur dan berpikir positif, hati kami jadi ‘ringan’ dan hasilnya: pancarkan aura positif yang mendatangkan banyak kebaikan bagi kita.

Semoga kami juga orang-orang yang beruntung…

Baca Juga :


Comments are closed.