Call Us:+1-888-888-888
Background Image

Purchase dan Sales MYOB (teory)

Home  /  Pendidikan  /  Purchase dan Sales MYOB (teory)

29.Oct, 2019 Comments Off on Purchase dan Sales MYOB (teory) Pendidikan

Purchase dan Sales MYOB (teory)

Purchase dan Sales MYOB (teory)

Purchase dan Sales MYOB (teory)

Purchase dan Sales MYOB (teory)

Purchase digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi pembelian seperti menentukan quota pembelian, membuat pesanan pembelian dan mencatatat retur pembelian. Dengan memanfaatkan modul purchase perusahaan dapat memasukkan pembelian, mencatat pembelian berulang, menyiapkan pesanan pembelian, menerima barang dagangan yang telah dipesan, memeriksa barang yang dibeli agar sesuai spesifikasi yang dipesan, melakukan pembayaran yang tepat waktu terhadap pemasok dan mengelola utang usaha secara terperinci dan akurat.

Dalam perusahaan menengah setiap ada pembelian harus diketahui dan disetujui oleh atasannya. Bagian pembelian sebelum melakukan order kepada supplier harus membuatkan order pembelian ke atasannya. Permohonan tersebut belum tentu disetujui dengan beberapa pertimbangan yang diambil oleh atasannya. Permohonan kepada atasan disebut Quote, pemesanan kepada supplier disebut Order, dan tagihan dari supplier kepada perusahaan disebut Bill. Tampilan Quote, Order dan Bill sama saja. Perbedaan yang mencolok adalah warna formnya.
Quote. Form ini berguna untuk membuat permohonan atas pembelian suatu barang (item). Dalam Quote ini tidak ada jurnal akuntansinya.
Order. Form ini berguna untuk membuat pesanan atas pembelian suatu barang (item). Enter order ada 2 kemungkinan terjadinya:
–Order yang dilakukan tanpa membuat Quote sebelumnya.
–Order yang dilakukan sudah dibuatkan Quote sebelumnya.
Bill. Enter Bills adalah kegiatan memasukkan tagihan yang diterima dari supplier ke hutang perusahaan. Ada 3 kemungkinan munculnya Bill dari supplier tersebut:
–Bill (Direct Purchases)
–Change from Quote to Bill
–Change from Orders to Bill

Keterangan pada Enter Purchases:

–Supplier : nama pemasok/supplier
–Ship to : perusahaan yang membeli (terisi otomatis)
–Purchase # : nomor faktur pembelian
–Date : tanggal pencatatan
–Supplier Inv# : nomor faktur penjualan (ditentukan oleh penjual)
–Received : jumlah barang yang dibeli
–Backorder : selisih jika jumlah barang yang dikirim pemasok lebih kecil
–Item number : nomor/kode barang
–Price : harga beli barang per satuan
–Tax : pajak
–Comment : komentar kepada pemasok
–Ship Via : metode pengiriman barang
–Promised Date : tanggal kesanggupan membayar, tanggal dimana pembayaran atas barang dijanjikan kepada penjual
–Subtotal : total dari seluruh barang yang dibeli, tidak termasuk PPN atau pajak lainnya
–Freight : biaya pengiriman barang
–Total Amount : total biaya yang harus dibayar
–Journal Memo : keterangan jurnal untuk pemasok
–Paid Today : jumlah yang dibayarkan saat transaksi, uang muka jika pembayaran secara kredit
–Balance Due : selisih antara jumlah yang sudah dibayar dengan jumlah yang belum dibayar
Membuat recurring purchase templates
–Jenis purchase-nya adalah Bill.
–Sebelum di Record, klik tombol Save Recurring. Tentukan frekuensi pembayaran dan tanggal pembayaran paling lambat dilakukan. Setelah itu Save Template.
–Setelah recurring template dibuat, record purchase.
–Untuk melakukan pembayaran, pilih tab Recurring Templates pada purchase register. Sorot recurring template yang akan digunakan lalu klik tombol Use Recurring.
–Ubah tanggal menjadi tanggal saat pembayaran kali ini dilakukan lalu klik record.
Mengubah jenis/tipe purchase
–Untuk mengubah Quote menjadi Order, buka Quote yang akan diubah lalu klik tombol Change To Order. Atau dapat dengan menyorot Quote tersebut pada purchase register lalu klik tombol Change To Order.
–Untuk mengubah Order menjadi Bill, buka Order yang akan diubah lalu klik tombol Change To Bill. Atau dapat denganmenyorot Order tersebut pada purchase register lalu klik tombol Change To Bill.
–Quote dapat langsung diubah menjadi Bill. Caranya sama seperti mengubah Order menjadi Bill.

Mengubah layout purchase
–Jika barang yang dibeli merupakan suatu produk dengan bentuk fisik yang nyata, ubah layoutnya menjadi item. Caranya, klik tombol layout pada menu enter purchase lalu pilih opsi item.

–Jika barang yang dibeli berupa jasa, ubah layoutnya menjadi service. Caranya, klik tombol layout pada menu enter purchase lalu pilih opsi service.

Purchase register digunakan untuk melihat semua transaksi pembelian yang telah dilakukan sebelumnya. Purchase register terdiri dari : quotes, orders, open bills, returns & debits, closed bills, recurring templates.

Purchase Return & Debit. MYOB tidak menyediakan form khusus untuk pengisian retur pembelian. Cara pengisiannya sama dengan pengisian Purchase biasa, hanya untuk kolom Received diisi dalam angka minus. Setiap melakukan proses retur Anda harus melakukan 2 tahap, yaitu:
–mengurangkan invoice (Qty minus) di dalam form BILL.
–membebankan invoice yang minus tersebut ke invoice lainnya (Apply to Purchase) atau membebankan invoice yang minus tersebut dengan penerimaan uang tunai (Received Refund) sebagai pengembalian dana jika pembelian yang diretur tersebut asalnya adalah pembelian tunai.
Reccuring Templates. Adakalanya perusahaan selalu membeli jenis barang yang sama dengan Qty yang sama di tempat vendor yang sama pula. Kejadian itu bisa terjadi berkali-kali dalam waktu yang relatif sama. MYOB hampir menyediakan fasilitas Recurring ini di semua transaksi seperti pembelian, penjualan, pembayaran, penerimaan dan lainnya.
Contoh: Perusahaan dalam kegiatan sehari-hari menggunakan jasa penyewaan truk untuk mengangkut barang-barang yang dijual dan dibelinya. Kendaraan tersebut disewa dengan sistem pembayaran sebesar Rp 1000.000 setiap minggunyaa.
Open Bill. Digunakan untuk melihat tagihan perusahaan kepada supplier yang berisikan nama-nama supplier, jumlah dan nomor tagihan. Apabila perusahaan ingin membayarnya maka.
Close Bills. Proses transaksi pembelian yang memuat semua tagihan perusahaan pada pemasok yang telah terbayar.

Sumber : https://sam-worthington.net/


Comments are closed.