Call Us:+1-888-888-888
Background Image

PENYAKIT UMUM PADA BALITA

Home  /  Pendidikan  /  PENYAKIT UMUM PADA BALITA

3.Oct, 2019 Comments Off on PENYAKIT UMUM PADA BALITA Pendidikan

PENYAKIT UMUM PADA BALITA

PENYAKIT UMUM PADA BALITA

Berikut ialah beberapa penyakit yang umum dirasakan oleh balita:

Demam

Saat Ibu meraba tubuh si Kecil dan suhu tubuhnya melebihi situasi normal, ini dapat jadi bahwa tubuhnya sedang berjuang untuk mengenali dan melawan pelbagai virus serta bakteri. Pertolongan kesatu yang dapat Ibu lakukan ialah dengan memberinya obat penurun demam. Perlu diketahui ya Bu, demam yang terlampau tinggi dapat mengakibatkan kejang pada anak.

Pilek

Pada lazimnya virus pilek menyerang pada musim hujan, atau peralihan dari musim panas ke musim hujan. Virus ini gampang menyebar di dalam ruangan. Ditambah lagi dengan kelaziman balita yang tidak jarang memasukkan tangan atau benda beda ke dalam mulut, sampai-sampai mikroorganisme dengan gampang masuk ke dalam tubuh. Balita yang terserang pilek akan merasakan gejala-gejala laksana bersin-bersin, hidung tersumbat atau berlendir, demam ringan, dan batuk.

Untuk meredakan demam, Ibu dapat memberikan obat penurun demam. Sedangkan guna meredakan hidungnya yang tersumbat, Ibu dapat menggunakan obat tetes hidung atau meneteskan air garam steril. Atau, Ibu juga dapat menyedot cairan dari hidungnya dengan menggunakan pertolongan alat berupa bola karet yang dilekatkan kateter karet empuk atau plastik. Banyak minum air putih pun akan menolong mengencerkan dahak. Bila pilek dilangsungkan lebih dari 10 hari, usahakan Ibu membawa si Kecil ke dokter anak.

Diare

Bila frekuensi BAB anak menjadi lebih tidak jarang dan fesesnya lebih encer (berair), berarti si Kecil merasakan diare. Pada lazimnya diare diakibatkan oleh infeksi bakteri atau virus. Penyebab lainnya ialah alergi makanan dan reaksi terhadap obat.

Diare seringkali tidak riskan dan melulu menyebabkan dehidrasi enteng seperti mulut yang tidak banyak kering, lebih tidak jarang haus, dan berkurangnya urin. Hal yang mesti Ibu lakukan ialah menjaga kecukupan asupan cairan si Kecil dengan memberikannya minum dalam jumlah banyak, dapat berupa air putih, cairan elektrolit (oralit), atau minuman manis. Jika diare termasuk parah dan terus dilangsungkan lebih dari 24 jam, usahakan Ibu segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Muntah

Jika si Kecil memuntahkan makanan dari mulutnya, Ibu tidak boleh panik dulu, sebab itu dapat jadi reaksinya ketika diperkenalkan dengan sejumlah makanan baru atau terlalu tidak sedikit makan. Atau dapat juga sebab dia alergi dengan makanan yang diberikan. Pada lazimnya muntah pada balita bukan merupakan fenomena yang berbahaya. Namun bila urusan ini terjadi terus-menerus, dikhawatirkan bisa jadi penyebabnya ialah gastroenteritis (radang pada drainase pencernaan), infeksi drainase kemih, keracunan makanan, atau masalah serius lainnya, sampai-sampai perlu segera ditangani dokter.

Cacar Air

Penyakit ini memperlihatkan fenomena khas berupa bintik-bintik merah pada tubuh yang sejumlah hari kemudian pulang menjadi benjolan-benjolan mengandung air yang menyebar ke semua tubuh dan memunculkan rasa gatal. Bagi mengatasinya, Ibu dapat mengoleskan krim untuk menolong mengurangi rasa gatal. Kalau si Kecil merasakan demam, berikan obat penurun demam.

Pemberian vaksin akan dapat menangkal serangan cacar air secara efektif. Namun, walau si Kecil tidak mendapatkannya, cacar air seringkali akan sembuh dengan sendirinya. Harap ingat ya Bu, virus cacar air sangat gampang menular, jadi usahakan Ibu tidak membolehkan balita terbit rumah hingga ia benar-benar sembuh.

Campak

Penyakit yang diakibatkan oleh virus campak atau morbili ini memunculkan bercak-bercak merah yang menyebar ke semua tubuh si Kecil. Sebelum bercak merah timbul, si Kecil merasakan demam tinggi yang turun naik dan terkadang pun disertai diare. Umumnya andai bercak merah telah keluar, maka demam bakal turun dengan sendirinya. Bercak merah nantinya bakal menjadi kehitaman hingga akhirnya menghilang.

Ibu dapat melakukan penyembuhan untuk menangani fenomena yang timbul, yakni dengan menyerahkan obat penurun demam dan obat diare. Bila sesudah 1-2 hari pengobatan, gejala-gejala yang timbul membaik, maka si Kecil lumayan dirawat di lokasi tinggal saja. Tapi bila gejala-gejala tidak kunjung membaik setelah diserahkan pengobatan, maka Ibu mesti segera membawanya ke lokasi tinggal sakit. Campak termasuk penyakit menular lho Bu, jadi bila si Kecil diasuh di rumah, pastikan ia ditempatkan di lokasi tersendiri supaya tidak menularkan ke orang lain. Akan lebih baik bila Ibu mengerjakan pencegahan dengan menyerahkan imunisasi campak untuk si Kecil.

Masalah Kulit

Terdapat pelbagai gangguan pada kulit balita dengan penyebab yang berbeda-beda. Dermatitis atopik adalahpenyakit kulit yang sangat umum diidap anak. Penyebabnya ialah alergi atau kulit yang paling sensitif. Si Kecil bakal merasa gatal dan kulitnya tampak kemerahan, pecah, dan mengelupas. Ada pula impetigo yang diakibatkan oleh infeksi bakteri dan ditandai dengan bintik-bintik di dekat mulut dan hidung. Penyakit kulit lainnya yang dapat menyerang balita ialah kudisan. Bila si Kecil merasakan masalah kulit, terdapat baiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter anak.

Infeksi Telinga Tengah

Infeksi pada telinga tengah umumnya diakibatkan oleh virus dan menyertai flu. Gejala-gejalanya antara beda demam, keluarnya cairan jernih dari di antara atau kedua telinga, dan pusing. Ibu dapat memberikan obat penurun demam. Infeksi ini seringkali akan sembuh dalam sejumlah hari kok. Perlu diacuhkan ya Bu, infeksi telinga tengah yang terjadi berulang-ulang dapat mengakibatkan congek dimana cairan lengket di dalam telinga mengumpul dan memprovokasi pendengaran. Segera berkonsultasi dengan dokter anak andai si Kecil merasakan masalah ini.

Sumber : http://4allforum.com/away.php?to=http%3A%2F%2Fwww.pelajaran.co.id/


Comments are closed.