Call Us:+1-888-888-888
Background Image

Pengertian Informasi Akuntansi

Home  /  Pendidikan  /  Pengertian Informasi Akuntansi

1.Jun, 2019 Comments Off on Pengertian Informasi Akuntansi Pendidikan

Pengertian Informasi Akuntansi

Pengertian Informasi Akuntansi

Pengertian Informasi Akuntansi

Pengertian Informasi Akuntansi

Pengertian Informasi Akuntansi 

Penelitian yang berkenaan dengan penilaian kinerja manajemen sudah sering dilakukan oleh para peneliti, namun tidak jarang para peneliti kurang begitu spesifik dalam menganalisa permasalahan yang dihadapi. Hal ini dikarenakan pembahasan yang terlalu kompleks dan terlalu luas dari para peneliti terdahulu. Oleh karena itu, dalam rangka penilaian kinerja manajemen ini mempunyai batasan masalah yang harus diteliti. Agar hasil dari penelitian ini lebih maksimal, maka penelitian mempunyai batasan penelitian pada manajer kredit, manajer keuangan, dan manajer personalia.

Informasi Akuntansi adalah

suatu sumberdata / kumpulan data yang diperoleh oleh suatu entitas yang dapat diolah lebih lanjut sehingga akan menjadi data yang lebih berguna dan lebih mempunyai nilai guna bagi entitas tersebut.

Setiap pengukuran akan mempengaruhi perilaku

Dalam bisnis hal ini berarti karyawan cenderung memusatkan usaha mereka terutama pada tugas-tugas yang diukur dan dievaluasi. Hal tersebut dapat berarti baik atau buruk tergantung pada sifat dasar hubungan antar perilaku yang diukur dengan tujuan umum perusahaan. Contoh konkritnya: sebuah perusahaan atau organisasi yang bergerak di bidang perdagangan, bagian customer service mendapat tugas untuk mengatasi keluhan pelanggan. Organisasi ingin memuaskan pelanggannya sebaik mungkin dengan biaya serendah mungkin. Apabila customer service dievaluasi hanya berdasar jumlah keluhan yang diselasaikan per unit jam maka ada dua masalah yang mungkin muncul. Customer service akan memusatkan perhatian untuk mengatasi keluhan secepat mungkin dengan tetap mendukung toko, tetapi mereka akan menjauhkan beberapa pelanggan dalam proses ini. Atau customer service dapat menyerahkan toko hanya untuk menyenangkan setiap pelanggan yang memiliki keluhan.

Anggaran seringkali dapat menimbulkan perilaku disfungsional.

Contohnya: sebuah organisasi/perusahaan mempunyai suatu anggaran tidak memperhitungkan semua dana yang dibutuhkan untuk membeli mesin yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan kinerja, maka manajer mencoba menyewa mesin tersebut. Solusi ini memungkinkan mereka untuk memenuhi target kinerja mereka dan masih berada dalam batas anggaran, tetapi situasi dapat berakhir dengan membebani perusahaan untuk membayar lebih daripada jika perusahaan membeli mesin tersebut. Bahkan proses penganggaran itu dapat menjadi disfungsional. Manajemen dapat mencurahkan berbagai usaha untuk menekan angka yaitu mencoba membuat angka-angka dalam anggaran menjadi seperti yang diinginkan, bukan memusatkan perhatian tentang cara untuk mencapai misi dan tujuan organisasi.

Comments are closed.