Call Us:+1-888-888-888
Background Image

Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan

Home  /  Pendidikan  /  Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan

18.Sep, 2019 Comments Off on Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan Pendidikan

Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan

Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan

Pengertian Laporan Keuangan mampu dipahami sebagai hasil dari sistem akuntansi yang mampu digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara knowledge keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan knowledge atau aktivitas perusahaan. Untuk mendalami lebih jauh, selanjutnya ini kami sajikan sebagian pengertian baik menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) maupun berdasarkan pendapat organisasi dan para ahli agar laporan keuangan mampu dipahami dengan baik.

Ikatan Akuntan Indonesia (2012:5) mengemukakan pengertian laporan keuangan yaitu : Laporan keuangan merupakan struktur yang menyajikan posisi keuangan dan kinerja keuangan di dalam sebuah entitas.Tujuan lazim dari laporan keuangan ini untuk keperluan lazim adalah penyajian Info mengenai posisi keuangan (financial position), kinerja keuangan (financial performance), dan arus kas (cash flow) dari entitas yang amat berfaedah untuk membawa dampak keputusan ekonomis bagi para penggunanya.Untuk mampu mencapai tujuan ini, laporan keuangan menyediakan Info mengenai elemen dari entitas yang terdiri dari aset, kewajiban, networth, beban, dan penghasilan (termasuk gain dan loss), perubahan ekuitas dan arus kas. Informasi selanjutnya diikuti dengan catatan, dapat menopang pengguna memprediksi arus kas jaman depan.

Menurut PSAK No. 1 Tahun 2015, Laporan Keuangan adalah penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Laporan ini menampilkan histori entitas yang dikuantifikasi di dalam nilai moneter. Laporan keuangan merupakan bagian dari sistem pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang mampu dihidangkan di dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Disamping itu terhitung terhitung skedul dan Info tambahan yang perihal dengan laporan tersebut, misalnya, Info keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan dampak perubahan harga.

Pendapat lain menurut Baridwan (2004:17) di dalam Intermediate Accounting, mendeskripsikan laporan keuangan adalah ringkasan suatu sistem pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu th. buku yang bersangkutan.

Menganalisis laporan keuangan artinya menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit Info yang lebih kecil dan menyaksikan hubungannya yang berwujud penting atau yang membawa makna antara satu dengan yang lain baik antara knowledge kuantitatif maupun knowledge non-kuantitatif dengan tujuan untuk mesngetahui kondisi keuangan lebih di dalam yang amat mutlak di dalam sistem menghasilkan keputusan yang pas hasil bisnis suatu perusahaan terhadap saat tertentu atau jangka saat tertentu (Hendry, 2013:621).

Menurut Kieso, dkk (2007:2), Laporan Keuangan merupakan fasilitas yang mampu digunakan oleh entitas untuk mengkomunikasikan kondisi perihal dengan kondisi keuangannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan baik yang berasal dari internal entitas maupun eksternal entitas.

Laporan keuangan adalah Info yang dikehendaki mampu mengimbuhkan bantuan kepada pengguna untuk membawa dampak keputusan ekonomi yang berwujud financial (Farid dan Siswanto, 2011:2)

Pengertian laporan keuangan menurut Munawir (2007:2) dikemukakan bahwa Laporan Keuangan terhadap dasarnya adalah hasil dari sistem akuntansi yang mampu digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara knowledge keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan knowledge atau efektivitas perusahaan tersebut.

Sedangkan berdasarkan pendapat Warren dan Fees (2009:24), Laporan Keuangan adalah sehabis transaksi dicatat dan diikhtisarkan, maka disiapkan bagi pemakai. Laporan akuntansi yang menghasilkan Info demikian disebut dengan laporan keuangan.

James C, Van Horne & John M, Wachowicz, JR (2012:154), menunjukkan bahwa Laporan Keuangan adalah seni untuk merubah knowledge dari laporan keuangan ke Info yang berfaedah bagi pengambilan keputusan“.

Irham Fahmi (2012:22) menunjukkan bahwa Laporan Keuangan merupakan suatu Info yang melukiskan kondisi suatu perusahaan di mana setelah itu itu dapat menjadi suatu Info yang melukiskan mengenai kinerja suatu perusahaan”.

Menurut Kasmir (2014:6), laporan keuangan didefinisikan sebagai laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan terhadap saat ini atau di dalam suatu periode tertentu.

Harahap (2009:105) mengemukakan bahwa laporan keuangan melukiskan kondisi keuangan dan hasil bisnis suatu perusahaan terhadap saat tertentu atau jangka saat tertentu. Adapun jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah neraca, laporan laba-rugi atau hasil usaha, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, laporan posisi keuangan.

Berdasarkan sejumlah defenisi diatas mampu disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah:
Merupakan hasil dari sistem akuntansi yang mutlak dan mampu digunakan untuk membawa dampak keputusan-keputusan ekonomi.
Menggambarkan kinerja keuangan maupun kinerja manajemen perusahaan apakah di dalam kondisi yang baik atau tidak.
Merupakan ringkasan dari suatu sistem transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama periode yang bersangkutan.
Tujuan Laporan Keuangan

Pada mulanya laporan keuangan bagi suatu perusahaan semata-mata berfaedah sebagai “alat pengujian” dari pekerjaan kegunaan bagian pembukuan, dapat tapi untuk setelah itu bersamaan dengan perkembangan zaman, kegunaan laporan keuangan sebagai dasar untuk mampu pilih atau lakukan penilaian atas posisi keuangan perusahaan tersebut. Dengan memakai hasil anggapan tersebut, maka pihak-pihak yang berkepentingan mampu mengambil suatu keputusan.

Melalui laporan keuangan terhitung dapat mampu dinilai kebolehan perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban-kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang, struktur modal perusahaan, pendistribusian terhadap aktivanya, efektivitas dari pemakaian aktiva, penghasilan atau hasil bisnis yang telah dicapai, beban-beban tetap yang kudu dibayarkan oleh perusahaan serta nilai-nilai buku dari tiap tiap lembar saham perusahaan yang bersangkutan. Ini perihal dengan anggapan laporan keuangan dan paham macam-macam rasio keuangan dan rumusnya.

Menurut Standar Akuntasi Keuangan (Ikatan Akuntan Indonesia 2002:4) tujuan laporan keuangan adalah sebagai berikut:
Menyediakan Info yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, seta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang berfaedah bagi sejumlah besar pemakai di dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi keperluan dengan sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua Info yang mungkin dibutuhkan pemakai di dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara lazim melukiskan dampak keuangan dan perihal di jaman lalu.
Laporan keuangan terhitung menunjukkan apa yang telah dilaksanakan manajemen (stewardship) atau pertanggunggjawaban manajemen atas sumber energi yang dipercayakan kepadanya.
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:3), tujuan laporan keuangan adalah menyediakan Info yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang berfaedah bagi sejumlah besar pemakai di dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Sedangkan sebagaimana dikemukakan Fahmi (2011:28), tujuan utama dari laporan keuangan adalah mengimbuhkan Info keuangan yang termasuk perubahan dari unsur-unsur laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan di dalam menilai kinerja keuangan terhadap perusahaan disamping pihak manajemen perusahaan. Para pemakai laporan dapat menggunakannya untuk meramalkan, membandingkan, dan menilai dampak keuangan yang timbul dari keputusan ekonomis yang diambilnya. Informasi mengenai dampak keuangan yang timbul tadi amat berfaedah bagi pemakai untuk meramalkan, memperbandingkan dan menilai keuangan. Seandainya nilai duwit tidak stabil, maka perihal ini dapat dijelaskan di dalam laporan keuangan. Laporan keuangan dapat lebih berfaedah apabila yang dilaporkan tidak saja aspek-aspek kuantitatif, tapi termasuk penjelasan-penjelasan lainnya yang dirasakan perlu. Dan Info ini kudu faktual dan mampu diukur secara objektif.

Beberapa tujuan laporan keuangan dari berbagai sumber di atas, maka mampu disimpulkan bahwa :
Informasi posisi laporan keuangan yang dihasilkan dari kinerja dan aset perusahaan amat dibutuhkan oleh para pemakai laporan keuangan, sebagai bahan evaluasi dan perbandingan untuk menyaksikan dampak keuangan yang timbul dari keputusan ekonomis yang diambilnya.
Informasi keuangan perusahaan dibutuhkan terhitung untuk menilai dan meramalkan apakah perusahaan di jaman saat ini dan di jaman yang dapat datang agar dapat menghasilkan keuntungan yang serupa atau lebih menguntungkan.
Informasi perubahan posisi keuangan perusahaan berfaedah untuk menilai aktivitas investasi, pendanaan dan operasi perusahaan selama periode tertentu. Selain untuk menilai kebolehan perusahaan, laporan keuangan terhitung mempunyai tujuan sebagai bahan pertimbangan di dalam pengambilan keputusan investasi.
Demikian gambaran mengenai pengertian laporan keuangan serta tujuan laporan keuangan yang dikemukakan dari berbagai sumber disertai dengan anggapan masing-masing. Adapun referensi yang menjadi sumber bacaan artikel ini yakni:
Baridwan. 2004. Intermediate Accounting, Edisi 8. Cetakan Pertama. BPFE Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2002. Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Empat. Jakarta
Hery, 2012, Analisis Laporan Keuangan, Cetakan Pertama, Penerbit : Bumi Aksara, Jakarta
Fahmi, Irham. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Cetakan Ke-2. Bandung: Alfabeta
Kasmir. 2014. Analisis Laporan Keuangan. Edisi pertama cetakan ketujuh. Rajawali Pers : Jakarta
Munawir. 2010. Analisis Laporan Keuangan.Edisi 4. Yogyakarta: Liberty
James C, Van Horne & John M, Wachowicz, JR.2012 Prinsip – Prinsip Manajemen Keuangan. Edisi Kedua Belas Buku 1. Salemba Empat. Jakarta.

Baca Juga :


Comments are closed.