Call Us:+1-888-888-888
Background Image

Oktober 2018, Menristekdikti Rilis Aturan PJJ

Home  /  Pendidikan  /  Oktober 2018, Menristekdikti Rilis Aturan PJJ

19.Aug, 2019 Comments Off on Oktober 2018, Menristekdikti Rilis Aturan PJJ Pendidikan

Oktober 2018, Menristekdikti Rilis Aturan PJJ

Oktober 2018, Menristekdikti Rilis Aturan PJJ

Oktober 2018, Menristekdikti Rilis Aturan PJJ

Oktober 2018, Menristekdikti Rilis Aturan PJJ

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengatakan aturan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sedang digodok. Rencananya Kemristekdikti akan mengeluarkan peraturan atau regulasi yang mengikat tentang PJJ pada Oktober 2018 mendatang.

“Bulan depan akan di-launching, kami segera umumkan. Jadi saat ini yang melaksanakan itu

perguruan tinggi yang ditugaskan. Di Jakarta ada Bina Nusantara (Binus, red) dan ada beberapa di daerah lain,” kata Nasir kepada Suara Pembaruan, belum lama ini.

Nasir menuturkan, Kemristekdikti memberi amanat kepada PT untuk menjalankan PJJ sebelum peraturan dikeluarkan sebagai sebuah strategi untuk melihat kesiapan PT tersebut dalam menghadapi perubahan. Selain itu kata dia, apabila menunggu aturan terbit, itu akan memperlambat PT untuk berubah.

Nasir mengatakan, kehadiran PJJ menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan dosen. Pasalnya, dengan bahan ajar yang didesain secara daring, para mahasiswa dapat mengambil mata kuliah lintas jurusan.

Ia menyebutkan, selama ini mahasiswa selalu mengikuti mata kuliah yang sesuai dengan prodi di satu fakultas. Dengan skema PJJ, izin pelaksanaan prodi untuk menyelenggarakan sistem perkuliahan secara daring akan diubah.

“Regulasi PJJ yang disiapkan ini memiliki beberapa perubahan. PJJ ini bisa prodi, bisa fakultas dan

bisa universitas. Kalau PJJ dulu, mahasiswa fakultas ekonomi harus mengambil mata kuliah di satu fakultas. Ke depan , mungkin bisa terjadi di fakultas lain,” terangnya.

Ia menyebutkan, salah satu persyaratan pendirian prodi sebelumnya adalah harus melaksanakan tatap muka atau menyelenggarakan PJJ dengan mengembangkan metode pembelajaran hybrid learning.

Metode ini merupakan kombinasi antara sistem pembelajaran tatap muka dan daring. Namun saat ini, Kemristekdikti memberi kelonggaran pada kampus untuk membuka prodi berbasis PJJ tanpa harus tatap muka.

Adanya kelonggaran tersebut, menurut Nasir, berdasarkan data Kemristekdikti saat ini telah ada

26 prodi yang menjalankan perkuliahan daring baik di PTN maupun PTS. Namun, prodi-prodi itu belum secara keseluruhan melakukannya seperti yang dijalankan Universitas Terbuka (UT).

“Banyak perguruan tinggi yang berkolaborasi dengan UT. Harapannya, UT jadi pionir pergerakan pendidikan jarak jauh,” ujarnya.

Meski begitu, Nasir menegaskan, tidak semua PT bebas membuka prodi daring karena harus diimbangi oleh kesiapan sarpras.

“Untuk kesiapan infrastrukturnya, ada tim yang melakukan survei dan diuji, apakah memadai atau tidak, karena kuliah online kualitasnya harus baik,” ujarnya.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/


Comments are closed.