Call Us:+1-888-888-888
Background Image

Nematoda Serta Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Reproduksi

Home  /  Pendidikan  /  Nematoda Serta Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Reproduksi

12.Mar, 2019 Comments Off on Nematoda Serta Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Reproduksi Pendidikan

Nematoda Serta Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Reproduksi

Nematoda Serta Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Reproduksi

Nematoda Serta Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Reproduksi

Nematoda Serta Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Reproduksi

Sebelum Membahas Ciri-Ciri, Klasifikasi, Reproduksi

Serta Peranan Nematoda pertama saya akan menjelaskan dahulu tentang pengertian Nematoda. Secara Umum Pengertian Nematoda adalah cacing yang berbentuk bulat panjang (gilik) atau seperti benang. Istilah Nematoda berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yaitu nema yang berarti berenang dan ode yang berarti seperti. Nematoda merupakan heawn tripoplastik dan pseudoselomata (berongga tubuh semu).

Nematoda banyak hidup bebas di alam dan mempunyai daerah

Penyebaran yang luas, mulai daerah kutub yang dingin, padang pasar, sampai ke laut yang dalam. Nematoda sangat mudah ditemukan di laut, air tawar, air payau maupun tanah. Nematoda hidup bebas dengan memakan sampah organik, bangkai, kotoran hewan, tanaman yang membusuk, ganggang, jamur, dan hewan kecil lainnya. Tetapi banyak juga yang hidup parasit pada hewan, manusia, bahkan tumbuhan. Nematoda hidup parasit manusia ditemukan di sejumlah organ, seperti anus, usus halus, paru-paru, mata, pembuluh darah, dan pembuluh limfah.

Nematoda mempunya bentuk tubuh dan ukuran

Yang beragam mulai dibawah ukuran 1mm hingga lebih dari 1 m. Nematoda hidup di air tawar dan darat, umumnya berukuran kurang dari 1mm, sedangkan hidup di laut mencapai 5 cm. Cacing betina berukuran lebih besar yang dibandingkan dengan cacing jantan. Individu jantan mempunyai ujung posterior yang berbentuk kait. Nematoda mempunyai bentuk segmen dengan tubuh silindris atau bulat panjang (gilik), dan tidak bersegmen. Bagian dari anterior atau daerah mulut tampak simetri radial, dan semakin ke arah posterior membentuk ujung yang meruncing.

Struktur Tubuh Nematoda

Nermatoda mempunyai tiga lapisan embrionik, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Tubuhnya mempunyai rongga tubuh yang semu. Permukaan tubuh ditutupi oleh lapisan kutikula yang keras dan transparan. Cacing yang hidup secara parasit di saluran pencernaan inang dengan memiliki lapisan kutikula lebih tebal yang dibanding dengan cacing yang hidup bebas. Di bawah lapisan kutikula cacing, terdapat epidermis yang biasanya terdiri dari sel-sel. Dinding tubuh dari Nematoda tersusun dari otot longitudinal yang kontraksinya menghasilkan gerakan memukul seperti cemeti. Pseudoselom yang berisi cairan dengan fungsi sebagai rangka hidrostatikdan menunjang gerakan meliuk-liuk.

Fungsi Tubuh Nematoda

  • Sistem Pencernaan Nematoda : Nematoda memiliki sistem pencernaan yang lengkap, mulai dari mulut, dfaring, esofagus (gelembung faring), usus, dan anus. Mulut terletak di ujung anterior dan di sekitarnya terdapat tiga atau enam bibit, papila, dan seta. Mulut yang berhubungan dengan buccal capsule atau rongga mulut yang terkadang dilengkapi dengan rahang yang kuat. Nematoda karnivor atau herbior memiliki stilet yang berbentuk seperti jarum suntik atau gigi dalam rongga mulutnya, dan berfungsi untuk menusuk dan menghisap sari makanan dari tanaman atau mangsanya. Nematoda mempunyai usus panjang sebagai tempat penyerapan sari makanan, rektumnya pendek, dan diakhiri oleh anus yang terletak di bagian posterior.
  • Sistem Peredaran Darah dan Pernapasan Nematoda: Nematoda tidak mempunya sistem peredaran darah dan sistem pernapasan. Transportasi dan pertukaran zat terjadi secara difusi.
  • Sistem Ekskresi Nematoda: Nematoda mempunyai alat ekskrei yang berupa sistem sel kelenjar dengan saluran atau tanpa saluran. Pada spesies yang hidup di laut, alat ekskrei berupa kelenjar renet (renette gland) yang terletak di dekat faring, berjumlah satu atau dua.
  • Sistem Alat Idra Nematoda: Nematoda mempunya alat indra yang berupa sensilia, papila, seta, amfid, dan phasmid. Serta terdapat di bagian kepala dan seluruh permukaan tubuh. Kemoresptor terdapat di amfid (kepala) dan phasmid (ujung posterior). Nematoda hidup bebas dengan mempunyai bintik mata. Sistem saraf berupa lingkungan saraf yang mengelilingi esofagus, atau dengan berhubungan dengan enam benang saraf anterior dan empat atau lebih benang saraf posterior.

Klasifikasi Nematoda

Nematoda dibagi dalam beberapa kelas antara lain Adenophorea dan Secernentea. Berikut penjelasannya.
1. Adenophorea
Anggota kelas dari Adhenophorea tidak mempunyai phasmid (organ kemosreseptor) sehingga disebut dengan Aphasmida. Banyak dari anggota Adenophorea yang hidup bebas, tetapi menjadi parasit di berbagai hewan. Contohnya Trichuris ovis sebagai parasit di domba.
Cacing Trichinella spiralis menjadi parasit di usus karnivor dan manusia. Cacing yang menyebabkan penyakit trikinosis. Setelah cacing dewasa kawin, cacing jantan mati, sedangkan cacing betina menghasilkan larva. Larva memasuki sel-sel mukosa dinding usus kemudian mengikuti peredaran darah hingga ke otot lurik. Dalam otot lurik, larva membentuk sista. Manusia mengalami infeksi cacing jika cacing dimakan yang kurang matang dan mengandung sista. Penyakit trikinosis ditandai dengan rasa mual yang hebat dan terkadang menimbulkan kematian ketika larva menembus otot jantung.

Comments are closed.