Model Peer to Peer

Model Peer to Peer

Model Peer to Peer adalah sekumpulan komputer yang biasanya tidak berjumlah banyak yang terhubung dalam jaringan untuk melakukan koneksi,sharing file,dan membagi sumber daya(resource). Setiap komputer yang terhubung kedalam jaringan dapat berfungsi sebagai client atau server. Contoh sederhana dari model ini adalah komputer yang dihubungkan ke komputer lain menggunakan kabel cross over untuk dapat berbagi file. Model ini juga sangat mudah diterapkan dan cocok bagi para masyarakat umum.

Kelemahan :

  1. Memerlukan kabel sebagai media transmisinya baik itu kabel straight atau cross over
  2. Sistem keamanan jaringan yang ditentukan oleh masing-masing pengguna
  3. Data bisa saja dicuri karena data penyimpanan data tidak terpusat dan jarang melakukan back up data

Kelebihan :

  1. Kemudahan untuk melakukan transfer data
  2. Penerapan jaringan yang sangat mudah
  3. Tidak memerlukan server sehingga pengguna dapat saling berkomunikasi tanpa harus mendapat izin dari server
  4. Kemudahan deteksi kesalahan pada jaringan
  5. Paling fleksibel dari pada model-model lainnya
  6. Protojol OSI LAYER (Open Systems Interconnection)
  7. a)OSI Layer.

Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien. Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi. Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.

  1. b)Cara Kerja OSI Layer

Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya. Dari masing-masing layer mempunyai tugas tersendiri demi kelancaran data yang akan dikirimkan. Berikut adalah deskripsi singkat beberapa tugas dari masing-masing layer dari layer application sampai physical.

https://movistarnext.com/