Call Us:+1-888-888-888
Background Image

Menilik Penggunaan Bahan Anorganik di Lahan Pertanian

Home  /  Pendidikan  /  Menilik Penggunaan Bahan Anorganik di Lahan Pertanian

1.Jul, 2019 Comments Off on Menilik Penggunaan Bahan Anorganik di Lahan Pertanian Pendidikan

Menilik Penggunaan Bahan Anorganik di Lahan Pertanian

Menilik Penggunaan Bahan Anorganik di Lahan Pertanian

Menilik Penggunaan Bahan Anorganik di Lahan Pertanian

Menilik Penggunaan Bahan Anorganik di Lahan Pertanian

Sistem pertanian yang berprinsip pada pemenuhan kebutuhan menjadikan pengelolaan lahan mengabaikan lahan pertanian.

Imbasnya, secara perlahan kualitas tanah pertanian terus menurun dan mengancam keberadaan lahan pertanian. Untuk itu, perlu adanya perubahan pada kultur sistem pertanian dengan penggunaan bahan organik.

Demikian seperti disampaikan calon guru besar Universitas Sebelas Maret (UNS) ke-18, Prof. Dr. Ir. Supriyadi saat jumpa pers, Senin (2/4).
Prof. Dr. Ir. Supriyadi
Prof. Dr. Ir. Supriyadi (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Untuk itu, Supriyadi pun mendorong kepada petani di Indonesia untuk kembali pada pengelolaan dengan sistem pertanian yang lama atau menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan atau organik.

“Sampai saat ini pertanian masih mengedepankan pada kuantitas produksi, yang menyebabkan

tekanan dan eksploitasi sumber daya tanah secara berlebihan,” ungkapnya.

Dengan sistem pengelolaan seperti ini, Supriyadi melanjutkan, secara perlahan akan memacu terjadinya produksi biomasa. Selain itu juga akan mengakibatkan terjadinya degradasi lahan.

Inilah yang akhirnya berdampak pada kualitas lingkungan secara global. Menurutnya, penggunaan bahan agrokimia berupa pupuk anorganik dan pestisida yang melebihi ambang batas membuat kesuburan tanah dan ketidakseimbangan unsur hara dalam tanah.

“Lahan sawah yang dipupuk NPK secara berlebih akan memacu proses dekomposisi bahan organik

tanah, akibatnya sebagian besar lahan sawah intensif kandungan bahan organiknya kurang dari dua persen,” katanya.

Penggunaan bahan-bahan tersebut dapat mengusik proses biologi tanah yang semula berjalan secara alamiah. Akibat yang akan terjadi adalah terusiknya proses-proses biologi tanah. Kondisi ini jelas akan menurunkan atau bahkan menghilangkan keanekaragaman hayati dalam tanah.

Guna mengantisipasi terjadinya penurunan kualitas tanah secara terus menerus, Supriyadi

menyarankan perlunya pemahaman kepada para petani untuk menerapkan proses bertani secara organik.

Selama ini, banyak petani yang masih minim pemahaman terkait sistem tersebut. “Caranya dengan melibatkan pemerintah dalam sosialisasi,” ucapnya.

Permasalahan inilah yang diangkat Supriyadi untuk pidato pengukuhan sebagai guru besar UNS yang akan dilakukan, Selasa (3/4).

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/kata-ulang/


Comments are closed.