Matrikulasi Bahasa bagi Mahasiswa Asing di UIN Sunan Kalijaga Jogja

Matrikulasi Bahasa bagi Mahasiswa Asing di UIN Sunan Kalijaga Jogja

Matrikulasi Bahasa bagi Mahasiswa Asing di UIN Sunan Kalijaga Jogja
Matrikulasi Bahasa bagi Mahasiswa Asing di UIN Sunan Kalijaga Jogja

Sebuah universitas bergengsi tentunya juga didukung dengan keberadaan tenaga pengajar. Hal itulah yang juga menjadi perhatian bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mutu pendidikan didukung pula dengan adanya dosen atau tenaga pengajar yang profesional.

“Jumlah dosen di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ada lebih dari 572 dosen pengajar profesional,”

pungkas Agus Muh. Najib selaku dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (18/12/2019).
Dari total dosen tersebut diantaranya tak hanya berasal dari lulusan universitas dalam negeri saja. Ada pula dosen yang merupakan lulusan luar negeri. Meskipun begitu, setiap pengajar tersebut mengedepankan profesionalisme dalam hal mengajar para mahasiswa baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
2kbm.jpeg

Suasana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Foto: Birgita

“Dari 572 lebih dosen itu lulusannya ada yang dari dalam negeri ada yang dari luar negeri. Dari luar negeri itu ada yang dari Timur Tengah. Juga ada yang dari negara barat,” imbuh Najib.
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sendiri membuka kelas bagi mahasiswa luar negeri. Terdapat beberapa mahasiswa asing yang berasal dari berbagai negara. Diantaranya dari Malaysia, Thailand, Turki, Rusia, Libia, Aljazair, dan juga Afganistan.

Karena adanya mahasiswa asing yang belajar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pihak tenaga

pengajar pun memberikan fasilitas matrikulasi bahasa bagi mahasiswa yang berasal dari luar negeri.
“Iya ada (kelas matrikulasi bahasa). Biasanya ada dikoordinir oleh international office bekerjasama dengan lembaga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,” ujar Dekan FSH itu.
Dengan adanya fasilitas tersebut, ia mengaku bahwa selama ini mahasiswa tidak mengalami kendala bahasa. Tak hanya dengan pelatihan bahasa saja, tenaga pengajar juga menggunakan bahasa universal agar bisa dipahami baik untuk mahasiswa dalam negeri maupun luar negeri.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/