Langkah-langkah Penilaian dalam Evaluasi

 Langkah-langkah Penilaian dalam Evaluasi

Secara umum, proses pengembangan penyajian dan pemanfaatan evaluasi belajar dapat digambarkan dalam langkah-langkah berikut:[15]

  1. Penentuan Tujuan Evaluasi

Dalam melakukan evaluasi seorang guru mempunyai tujuan tertentu. Tujuan itu dapat berupa tujuan evaluasi, misalnya untuk mengetahui penguasaan peserta didik dalam kompitensi/subkompitensi tertentu setelah mengikuti proses pembelajaran. Dapat pula evaluasi tersebut bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik (diagnostic test). Tujuan evaluasi tersebut harus jelas sehingga dapat memberikan arah dan lingkup pengembangan evaluasi selanjutnya.

  1. Penyusunan Kisi-kisi Soal

Kisi-kisi soal dikenal pula dengan nama “test blue print” atau “table of specification”. Pada intinya, kisi-kisi ini diperlukan sebelum seseorang menyusun suatu tes kisi-kisi adalah suatu deskripsi mengenai ruang lingkup dan isi apa yang akan di ujikan, serta memberikan perincian mengenai soal-soal yang diperlukan dalam mengevaluasi.

  1. Telaah atau Raview dan Revisi Soal

Langkah ini merupakan hal penting untuk diperhatikan, karena seringkali kekurangan yang terdapat pada suatu soal tidak terlihat oleh penulis soal. Review dan revisi soal ini idealnya dilakukan oleh orang lain yang berkompeten (bukan si penulis soal) dan terdiri dari suatu tim penelaah yang terdiri dari ahli-ahli bidang studi, pengukuran dan bahasa.

  1. Uji Coba (try Out)

Uji coba soal pada prinsipnya adalah upaya untuk mendapatkan informasi empirik mengenai sejauh mana sebuah soal dapat mengukur apa yang hendak di ukur. Informasi empirik tersebut pada umumnya menyangkut segala hal yang dapat mempengaruhi validitas soal seperti tingkat kesukaran soal, pada jawaban, tingkat daya pembeda, pengaruh budaya, bahasa yang dipergunakan dan sebagainya.

  1. Penyusunan Soal

Agar skor yang diperoleh dapat dipercaya, diperlukan banyak butir soal. Sebab itu, dalam penyajian butir-butir soal perlu disusun menjadi suatu alat ukur yang terpadu. Hal-hal yang mempengaruhi validitas tes seperti nomor urut soal, pengelompokan bentuk-bentuk soal, kalau dalam suatu perangkat tes terdapat lebih dari satu bentuk soal, tat “lay Out” soal dan sebagainya haruslah diperhatikan dalam penyusunan soal menjadi sebuah tes.

  1. Penyajian Tes

Setelah tes tersusun, naskah (tes) siap diberikan atau disajikan kepada peserta didik. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyajian tes ini adalah waktu penyajian, petunjuk yang jelas mengenai cara menjawab atau mengerjakan tes, ruangan dan tempat duduk peserta didik. Pada prinsipnya, hal-hal yang menyangkut segi administrasi penyajian tes harus diperhatikan sehingga evaluasi dapat terselenggara dengan benar dan baik

 

Sumber :

https://belantaraindonesia.org/alarm-clock-pro-apk/