Call Us:+1-888-888-888
Background Image

Kuota Siswa Miskin Kecil 8 Persen Untuk Belajar di SMA/SMK Negeri

Home  /  Pendidikan  /  Kuota Siswa Miskin Kecil 8 Persen Untuk Belajar di SMA/SMK Negeri

12.Jul, 2019 Comments Off on Kuota Siswa Miskin Kecil 8 Persen Untuk Belajar di SMA/SMK Negeri Pendidikan

Kuota Siswa Miskin Kecil 8 Persen Untuk Belajar di SMA/SMK Negeri

Kuota Siswa Miskin Kecil 8 Persen Untuk Belajar di SMA/SMK Negeri

Kuota Siswa Miskin Kecil 8 Persen Untuk Belajar di SMA SMK Negeri

Kuota Siswa Miskin Kecil 8 Persen Untuk Belajar di SMA SMK Negeri

Petunjuk teknis (juknis) penerimaan peserta didik baru (PPBD) SMA/SMK dianggap merugikan siswa tidak mampu. Sebab, kuota yang disediakan untuk mereka hanya 8 persen dari pagu setiap sekolah. Karena itu, jumlah siswa yang bisa mengenyam pendidikan di sekolah negeri pun kian sedikit.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Reni Puji Astuti menyatakan heran dengan juknis yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Jatim tersebut. Sebab, aturan itu berbeda jauh dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 yang mengatur bahwa SMA/SMK wajib menerima paling sedikit 20 persen siswa tidak mampu. ”Artinya, bisa lebih dari 20 persen,” ujar Reni setelah melakukan konsultasi ke Kemendikbud, Selasa (23/5).

Reni heran apa alasan penetapan kuota 8 persen bagi siswa miskin tersebut. Sebab, faktanya selama ini masih banyak siswa miskin di Surabaya. Bahkan, berkaca pada kemampuan membayar SPP di SMA/SMK, ternyata hanya 70 persen siswa yang mampu membayar. Artinya, ada 30 persen siswa tidak mampu di setiap sekolah.

Berdasar juknis, kuota 8 persen itu dibagi menjadi dua jalur. Jalur bidikmisi 3 persen. Itu merupakan jalur bagi siswa miskin, tapi berprestasi. Lalu, jalur mitra warga 5 persen. Itu khusus untuk siswa yang benar-benar tidak mampu secara ekonomi.

Minimnya kuota tersebut dianggap Reni semakin menyengsarakan siswa miskin di Surabaya. Apalagi, kuota siswa luar kota semakin besar. Jumlahnya meningkat dari 1 persen ke 10 persen. Siswa-siswa luar kota yang memiliki kemampuan finansial bakal semakin menggusur pagu yang ada.

Saat konsultasi ke Kemendikbud, Reni menanyakan kuota luar kota tersebut. Dia mendapat jawaban bahwa PPDB kali ini bakal menerapkan sistem zona. Tujuannya, peserta didik tidak perlu jauh-jauh mencari sekolah.

Nah, kuota 10 persen untuk siswa dari luar kota adalah batas maksimal. Jumlah siswa luar kota yang diterima bisa di bawah itu. ”Karena itu, saya berharap siswa dari dalam zona didahulukan. Jangan isi 10 persen dari luar kota dahulu,” papar alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut.

Reni mencontohkan, bila dalam satu sekolah terdapat 10 kelas, ada 360 bangku yang tersedia. Tahun lalu kuotanya hanya 1 persen sehingga hanya ada 3 hingga 4 anak dari luar kota yang diterima. Namun, kali ini akan ada 36 siswa luar kota dalam satu sekolah tersebut. ”Justru ini tidak sejalan dengan upaya menerapkan sistem zona,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman menyatakan, kuota siswa tidak mampu memang ditetapkan 8 persen. Menurut dia, jika menggunakan kuota 20 persen dan dihitung dari jumlah siswa yang ada, siswa tidak mampu belum tentu ada. Karena itu, jelas dia, digunakan kuota 8 persen.

Sementara itu, pengamat pendidikan Jawa Timur Zainuddin Maliki menyatakan, laman ppdbjatim.net sebaiknya perlu disempurnakan. Sebab, laman tersebut belum dilengkapi informasi-informasi tentang kuota. Baik kuota siswa luar kota maupun kuota mitra warga. ”Sebaiknya, kuota-kuota disertakan supaya ada transparansi dan kepastian,” katanya.

Demikian pula ketentuan untuk mendaftar jalur prestasi. Informasi harus jelas sehingga tidak membingungkan masyarakat. Misalnya, pada pendaftaran jalur prestasi secara offline. Dalam laman ppdbjatim.net belum disebutkan kejelasan pendaftaran dilakukan di sekolah yang dituju atau bisa di sekolah yang lain. ”Agar tidak ambigu, masyarakat perlu tahu secara pasti. Dinas juga harus memastikan,” ujarnya.

Terkait kuota luar kota yang mencapai 10 persen, Zainuddin tetap sepakat. Menurut dia, kuota 90 persen untuk siswa dalam kota sudah cukup besar. Setiap kabupaten/kota juga terus tumbuh dan berkembang. Surabaya misalnya. Kota Pahlawan disangga oleh kabupaten/kota lain di sekitarnya seperti Gresik dan Sidoarjo. ”Memberi mereka kesempatan (sekolah di Surabaya) tidak apa-apa,” jelasnya.

PPDB SMP Dimulai

Sementara itu, PPDB SMP sudah dimulai Selasa (23/5). Jalur yang pertama dibuka adalah prestasi. Meski telah menggunakan sistem berbasis online, beberapa wali murid tetap terlihat mendatangi layanan satu pintu di Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya.

Menenteng map berisi berkas kartu keluarga dan sertifikat prestasi sang buah hati, Hanna Ohello berdiskusi dengan seorang petugas layanan satu pintu. Menghadap pada sebuah komputer, Hanna tampak memanggutkan kepala. Selang beberapa menit, dia keluar meninggalkan ruangan. ”Ini tadi mendaftarkan anak saya,” terangnya.

Perempuan 48 tahun itu lebih memilih untuk mendaftarkan anaknya secara langsung ke dispendik. Keputusan tersebut dia ambil karena bingung memasukkan data ke komputer untuk proses pendaftaran.

Hanna sebenarnya telah mengetahui bahwa mekanisme PPDB jalur prestasi tahun ini menggunakan sistem online. Namun, kurangnya informasi mengenai tata cara pendaftaran membuatnya memilih untuk mendaftarkan anaknya langsung ke layanan satu pintu.

Karena belum mengetahui cara pendaftaran, dia khawatir keliru saat memasukkan data anaknya.

Sebab, berdasar informasi yang dia peroleh, jika salah mengisi data, informasi yang sudah di-input tidak bisa diubah. ”Risiko itulah yang membuat saya mendaftarkan diri di sini,” tuturnya.

Wuri Endah Lestari, wali murid lainnya, punya alasan lain mendatangi pusat layanan satu pintu di dispendik. Lemotnya akses laman PPDB membuatnya kesulitan mendaftarkan putrinya, Zefanya Adisty.

Sebelum mendaftar ke dispendik, Wuri sebenarnya telah mencoba mendaftar online di SDN

Margorejo 1, tempat putrinya bersekolah. Di sekolah tersebut, bukan hanya putrinya yang mengikuti jalur prestasi. Namun, juga ada belasan siswa lain yang mendaftar bersamaan. ”Nah, yang lain lancar. Pas anak saya, sulit diakses,” terangnya. Laman hanya loading, tanpa bisa meng-input data.

Secara terpisah, Kepala Dispendik Kota Surabaya Ikhsan menyatakan, proses pendaftaran PPDB jalur prestasi hari pertama berjalan lancar. Sudah ada puluhan siswa yang terpantau mendaftarkan diri pada jalur tersebut.

Mengenai sulitnya mengakses laman, Ikhsan menyampaikan bahwa kondisi tersebut bukan karena

adanya trouble pada server. Namun, masalah berasal dari koneksi internet yang digunakan saat mendaftar. ”Koneksi internetnya. Bukan lamannya yang trouble,” jelasnya.

Untuk proses input data, dia menyarankan orang tua selalu cermat. Sebab, setiap data yang dimasukkan akan dicocokkan saat tahap verifikasi. Laman pendaftaran online memberikan kesempatan tiga kali bagi setiap user untuk memastikan informasi yang dimasukkan tidak salah. Jika lewat tiga kali, informasi yang diunggah sudah dianggap benar oleh server.

Terkait sosialisasi pendaftaran, dispendik telah berkoordinasi dengan setiap guru di sekolah untuk membantu wali murid yang kesulitan mendaftar. Jika masih ada kendala, dispendik juga telah menyiapkan layanan khusus untuk membantu

 

Baca Juga :


Comments are closed.