Call Us:+1-888-888-888
Background Image

Konsep Pemasaran Menurut Para Ahli

Home  /  Pendidikan  /  Konsep Pemasaran Menurut Para Ahli

18.Sep, 2019 Comments Off on Konsep Pemasaran Menurut Para Ahli Pendidikan

Konsep Pemasaran Menurut Para Ahli

Konsep Pemasaran Menurut Para Ahli

Konsep Pemasaran dan sejumlah aspek mutlak yang mendasarinya bisa mempengaruhi kesuksesan suatu perusahaan. Artikel ini bertujuan untuk menyebutkan kepada para pembaca akan adanya falsafah di dalam pemasaran yang disebut sebagai marketing concept atau konsep pemasaran. Basu Swastha dan Hani Handoko (2000:6) mendeskripsikan sehubungan bersama dengan perihal ini bersama dengan mengemukakan “konsep pemasaran adalah sebuah falsafah usaha yang perlihatkan bahwa pemuasan keperluan costumer merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan”.

Dari definisi di atas, perusahan mempunyai konsekuensi semua kesibukan perusahaan mesti diarahkan untuk mengerti keperluan costumer dan bisa mengimbuhkan kepuasan agar mendapat laba di dalam jangka panjang. Ini bermakna bahwa tujuan berasal dari konsep pemasaran adalah mengimbuhkan kepuasan pada permintaan dan keperluan konsumen. Konsep pemasaran berikut bisa dicapai bersama dengan usaha mengenal dan merumuskan permintaan dan keperluan konsumen. Perusahaan di dalam memenuhi permintaan dan keperluan costumer mesti menyusun kebijaksanaan produk, harga, promosi dan distribusi yang tepat cocok bersama dengan keadaan costumer sasarannya. Organisasi perusahaan yang menerapkan konsep pemasaran ini disebut organisasi pemasaran.

Berdasarkan penjabaran pengertian di atas dan merujuk pada pendapat para ahli, inti berasal dari konsep pemasaran yakni :
KEBUTUHAN – Konsep paling pokok yang melandasi pemasaran adalah keperluan manusia. Kebutuhan adalah suatu keadaan perasaan yang membutuhkan pemenuhan pada suatu hal seperti makanan, pakaian, perumahan, harga diri, rasa aman dan kasih sayang.
KEINGINAN – Konsep pokok kedua di dalam pemasaran adalah yang menyangkut permintaan manusia, yakni keperluan yang dibentuk oleh budaya dan privat seseorang.
PERMINTAAN – Manusia mempunyai keperluan dan permintaan yang tidak terbatas, namun sumber dayanya terbatas. Karena itu bersama dengan keterbatasan su,ber daya yang ada, mereka pilih produk-produk yang menghasilkan kepuasan maksimal. Keinginan manusia akan menjadi permintaan seandainya didukung oleh daya beli. Jadi permintaan adalah keperluan atau permintaan manusia yang didukung oleh daya beli.
PRODUK – Produk adalah suatu hal yang bisa ditawarkan kepada pasar untuk mendapat perhatian, untuk dimiliki, digunakan, ataupun dikonsumsi di dalam rangka memenuhi keperluan atau keinginan. Produsen mesti mengerti apa yang diinginkan costumer untuk sesudah itu sedia kan product yang sedekat mungkin bersama dengan pemuasan permintaan tersebut.
PERTUKARAN – Pemasaran terjadi seandainya orang memutuskan untuk memenuhi keperluan dan keinginannya melalui pertukaran. Pertukaran adalah kesibukan untuk beroleh barang/jasa yang diinginkan berasal dari pihak lain bersama dengan mengimbuhkan suatu hal sebagai gantinya.
TRANSAKSI – Transaksi mengandaikan adanya nilai-nilai yang dipertukarkan diantara dua pihak. Transaksi melibatkan sedikitnya dua barang atau jasa yang bernilai, persyaratan yang disepakati, pas kesepakatan dan daerah kesepakatan.
PASAR – Konsep transaksi mengarah pada konsep pasar. Pasar adalah himpunan costumer nyata dan costumer potensial atas suatu produk.
Konsep pemasaran termasuk perlihatkan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif berasal dari pada para pesaing di dalam memadukan kesibukan pemasaran kegunaan menetapkan dan memuaskan keperluan pasar sasaran (Kotler, 2005:11).

(baca pula: Pengertian Bauran Pemasaran)

Konsep Pemasaran (marketing concept) merupakan konsep bersama dengan titik berat kepada keperluan konsumen, filosofi ini lebih memfokuskan kepada merasakan dan merespon pada apa yang dibutuhkan costumer (Kotler dan Armstrong, 2012:10; Kotler dan Keller, 2012:18), sudut pandang konsep ini adalah berasal dari luar ke di dalam (outside-in perspective), yakni mengerti apa yang dibutuhkan oleh costumer bersama dengan mengimbuhkan product yang tepat bagi keperluan costumer bukan melacak costumer yang tepat untuk product anda.

Ada tiga aspek mutlak yang digunakan sebagai basic di dalam konsep pemasaran (Swastha, 1996):

(1) Orientasi Konsumen

Pada intinya jikalau suatu perusahaan ingin menerapkan orientasi costumer ini maka yang bertujuan adalah:
Menentukan keperluan pokok berasal dari costumer yang akan dilayani dan dipenuhi.
Memilih grup costumer khusus sebagai sasaran di dalam penjualan.
Menentukan product dan program pemasarannya.
Mengadakan penelitian pada costumer untuk mengukur, menilai dan menafsirkan permintaan dan juga tingkah laku mereka.
Mentukan dan melakukan siasat yang paling baik, apakah menitik beratkan pada mutu yang baik, harga yang murah atau type yang menarik.
(2) Koordinasi dan integrasi di dalam perusahaan

Untuk mengimbuhkan kepuasan secara optimal kepada konsumen, semua elemen pemasaran yang tersedia mesti diintegrasikan. Hindari adanya pertentangan pada perusahaan bersama dengan pasarnya. Salah satu cara penyelesaian untuk menanggulangi koordinasi dan integrasi ini bisa gunakan satu orang yang membawa tanggung jawab pada semua kesibukan pemasaran yakni manajer pemesaran. Jadi bisa diambil kesimpulan tiap-tiap orang dan anggota di dalam perusahaan ikut dan juga di dalam upaya yang terkoordinir untuk mengimbuhkan kepuasaan costumer agar tujuan perusahaan bisa tercapai.

(3) Mendapatkan laba melalui pemuasan konsumen.

Salah satu tujuan berasal dari perusahanan adalah untuk beroleh profit atau laba. Dengan laba berikut perusahaan bisa tumbuh dan berkembang bersama dengan kekuatan yang lebih besar. Sebenarnya laba merupakan tujuan lazim berasal dari sebuah perusahaan.

(4) Strategi pemasaran

Merupakan perihal yang terlalu mutlak bagi perusahaan dimana siasat pemasaran merupakan satu cara meraih tujuan berasal dari sebuah perusahaan. Hal ini termasuk didukung oleh pendapat Swastha “Strategi adalah serangkaian konsep besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan mesti beroperasi untuk meraih tujuannya, agar di dalam mobilisasi usaha kecil terlebih dibutuhkan adanya pengembangan melalui siasat pemasarannya”. Karena pada keadaan parah justru usaha kecillah yang bisa mengimbuhkan perkembangan pada penghasilan masyarakat.

KONSEP PEMASARAN DALAM IMPLEMENTASI

Dalam pemasaran terkandung enam konsep yang merupakan basic pelaksanaan kesibukan pemasaran suatu organisasi (Kotler, 2005 : 15):

1. KONSEP PRODUKSI

Konsep memproduksi berpendapat bahwa costumer akan menyukai product yang tersedia dimana – mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada memproduksi bersama dengan mengerahkan segenap upaya untuk meraih efesiensi product tinggi yang didistribusi bersama dengan luas. Disini tugas manajeman adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, gara-gara costumer diakui akan terima product yang tersedia secara luas bersama dengan daya membeli mereka.

2. KONSEP PRODUK

Konsep ini menyebutkan bahwa costumer akan menyukai product yang menawarkan mutu, performasi dan beberapa ciri yang terbaik. Tugas manajeman di sini adalah membawa dampak membawa dampak product berkualitas gara-gara costumer diakui menyuaki product berkualitas tinggi di dalam tampilan bersama dengan ciri – ciri terbaik.

3. KONSEP PENJUALAN

Konsep ini berpendapat bahwa costumer dibiarkan begitu saja maka organisasi mesti berupaya melakukan penjualan dan promosi yang agresif.

4. KONSEP PEMASARAN

Konsep ini menyebutkan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi terdiri berasal dari penentuan keperluan dan permintaan pasar sasaran dan juga mengimbuhkan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efektif dibandingkan para pesaing.

5. KONSEP PEMASARAN SOSIAL

Konsep ini berpendapat bahwa tugas organisasi adalah pilih kebutuhan, permintaan dan kepentingan pesar sasaran dan juga mengimbuhkan kepuasan yang diinginkan bersama dengan cara yang lebih efektif dan efektif berasal dari pada para pesaing bersama dengan selalu melestarikan atau menambah kesejahteraan costumer dan masyarakat.

6. KONSEP PEMASARAN GLOBAL

Pada konsep world ini, manajer eksekutif berupaya mengerti semua faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. Tujuan pada akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi permintaan semua pihak yang terlibat di dalam perusahaan.

Pemasaran tidak hanya berkenaan penjualan atau peningkatan volume penjualan, namun lebih jauh berasal dari itu, adalah mengemukakan nilai kepada konsumen, agar diinginkan costumer akan mengembalikan di dalam wujud nilai yang lain. Melayani pelanggan bersama dengan mengimbuhkan manfaat basic berasal dari product yang dihasilkan bersama dengan tujuan memenuhi keperluan atau permintaan pelanggan menjadi lebih penting, gara-gara pada pas pelanggan terasa terpuaskan maka visi, misi dan tujuan perusahaan akan tercapai.

Ovolusi Konsep Pemasaran

Dalam konteks kekinian, perusahaan di dalam kesibukan pemasarannya mengarahkan orientasinya ke tahapan evolusi tertingginya, bukan saja marketing concept namun lebih jauh lagi yakni holistic marketing concept (konsep pemasaran holistik). Pemasaran di dalam konsep ini bukan hanya berorientasi kepada profit semata namun lebih kepada pemenuhan keperluan costumer secara tepat. Pemasaran tidak lagi menjadi tanggung jawab departemen atau anggota pemasaran saja, namun menjadi tanggung jawab perusahaan secara total yang bisa ikut mengendalikan visi, misi dan tujuan perusahaan.

Kotler dan Armstrong (2012:16), mengutip pendapat seorang pakar pemasaran, “Some are more costly to serve than to lose.” Bahwa pelanggan yang layak dipertahankan akan dilayani bersama dengan baik, agar perusahaan tidak boleh kehilangan mereka. Lebih jauh lagi Kotler dan Armstrong (2012:12) menyebutkan bahwa siasat pemasaran yang berorientasi kepada pelanggan (the customer-driven marketing strategy) mesti bisa mengidentifikasi pelanggan mana yang akan dilayani oleh perusahaan (the tujuan market) dan bagaimana cara melayaninya (the value proposition). Maka, perusahaan mesti bisa mengembangkan program dan konsep pemasaran (marketing mix) yang bisa mengemukakan nilai (value) yang cocok kepada pelanggan.

Holistic Marketing Concept mengerti bahwa seutuhnya terlalu mutlak di dalam pemasaran, baik itu product yang dihasilkan, karyawan, pesaing, apalagi lingkungan kira-kira menjadi mutlak dan oleh gara-gara itu sudut pandang yang lebih luas dan terintegrasi dibutuhkan di dalam menyaksikan semua ini. (Kotler & Keller, 2012:18).

Konsep pemasaran holistik mengerti kesibukan pemasaran secara menyeluruh, bahwa perusahaan mesti bisa membangun jalinan yang baik bersama dengan semua pihak yang terlibat baik di di dalam perusahaan seperti karyawan, manajemen, tiap-tiap departemen (internal marketing) maupun berasal dari luar perusahaan seperti pemasok, pelanggan, distributor (relationship marketing) dan juga mengimbuhkan pelayanan, komunikasi dan distribusi yang menyeluruh di dalam tiap-tiap penyampaian produknya kepada pelanggan (integrated marketing) dan yang paling mutlak adalah mengerti pengaruh berasal dari kesibukan perusahaan secara total termasuk kesibukan pemasaran pada penghasilan perusahaan, ekuitas merek, dan dampaknya pada lingkungan, etika, hukum dan juga masyarakat luas (performance marketing).

Sumber : https://tutorialbahasainggris.co.id/

baca juga :


Comments are closed.