Kondisi Ekonomi dan Moneter

Kondisi Ekonomi dan Moneter

Sebagai bagian  dari sistm perekonomian, kondisi perekonomian secara umum sangat mempengaruhi kondisi likuiditas perbankan syariah. Pada saat tingkat inflasi tinggi yang ditandai dengan tingginya demand, otoritas moneter akan mengambil kebijakan kontaksi moneter dengan memainkan instrumen moeter seperti menaikkan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia.

Akibatnya bank konvensional juga akan menaikkan suku bunganya sehingga deposan yang memiliki mind-set rational akan menarik dananya dari bank syariah dan memindahkannya ke bank konvensional. Bank konvensional lebih memiliki fleksibilitas dan menyesuaikan returnya (suku bunganya) dibandingkan dengan bank syariah. Tidak bisa dipungkiri bahwa persaingan didalam menarik dana masyarakat tidak hanya datang dari bank konvensional, terutama persaingan didalam mmperebutkan segmen deposan rational.

Terkadang terjadi distorsi pasar dimana bank lebih memilih untuk menahan dananya untuk menempatkan di instrumen keuangan yang aman seperti SBIS daripada menyalurkan dalam bentuk pembiayaan karena terjadi kelesuan disektor riel. Hal ini juga menyebabkan bank bank kelebihan likuiditas secara individual dana mengakibatkan terjadinya penurunan tingkat profitabilitas yang tentu saja yang menimblkan penurunan bagi hasil penyimpan dana di bank syariah. Belum lagi masuknya hot money yang berasal sari luar sebagai konsekuensi dari sistem ekonomi terbuka akan membanjiri pasar uang sehingga industri riel memiliki banyak pilihan untuk membiayai usaha mereka. Kesemuanya menjadi tantangan tersendiri di dalam mengelola likuiditas bank syariah.

  1. Persaingan antar Lembaga Keuangan

Persiangan antar lembaga keuangan juga mempengaruhi likuiditas bank syariah. Pada saat bank syariah memberikan likuiditas bank return yang rendah, pada pemilik dana terutama pemilik dana rasional akan mencari alternatif lain untuk mengoptimumkan return mereka. Berbagai lembaga keuangan seperti bank konvensional, Lembaga Keuangan[2] Bukan Bank dan pasar uang dan modal merupakan pesaing yang harus diperhitungkan didalam memperebutkan dana masyarakat. Bahkan fatw haram bunga bank menurut Majelis Ulama Indonesia dan Muhammadiyah bau-baru ini tidak mempengaruhi perbankan syariah dalam arti tidak terjadi perpindahan dana yang signifikan ke bank syariah. Direktur perbankan syariah Bank Indoneia Ramzi Azuhdi menyatakan fatwa haram bunga bank yang dikeluarkan Muhammadiyah tidak mempengaruhi perbankan syariah. Hal yang sama pernah terjadi ketika Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa serupa beberapa waktu yang lalu, pengaruhnya saat itu tidak begitu besar.

https://kaosfullprint.co.id/zombie-annihilator-apk/