Keutamaan Kontak Personal Dalam Inovasi Pendidikan

Keutamaan Kontak Personal Dalam Inovasi Pendidikan

Dalam proses inovasi pendidikan banyak sekali hambatan- hambatan yang ada dalam pelaksanaannya, seperti yang telah diuraikan sebelumnya, baik hambatan yang dilihat dari karakteristik perubahan, karakteristik lokal dan faktor eksternal lainnya.

            Berbicara tentang kontak personal, apa yang dimaksud dengan kontak personal itu?. Kontak personal adalah orang atau kelompok orang yang melakukan proses komunikasi yang menetapkan titik-titik tertentu dalam penyebaran informasi melalui ruang dan waktu dari suatu agen ke agen lainnya.[1]

            Begitu juga apabila terjadi suatu inovasi dalam bidang pendidikan maka semua elemen sosial akan terlibat. Jadi, ada dua macam kontak personal dalam inovasi pendidikan, yaitu :

1)      Kontak personal internal dalam inovasi pendidikan;

  1. Guru

            Guru sebagai agen pembaharu dalam bidang penididikan, mengapa demikian? Karena menurut Rogers et. al (1983 : 312), menjelaskan pengertian agen pembaharuan sebagai berikut : “A change agent is an individual who influencies clients, innovation decisions in a direction deemed desirable by a change agency”. Seorang agen pembaharuan adalah seseorang yang mempengaruhi keputusan inovasi para klien (sasaran) ke arah yang diharapkan oleh lembaga pembaharuan. Dengan demikian, seorang agen pembaharu (guru) berperan sebagai penghubung antara lembaga pembaharu dengan sasarannya.

            Guru harus menjadi agen perubahan yang paling siap dalam implementasi inovasi pendidikan. Guru harus mengambil langkah dan inisiatif untuk mendesain proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

            Peserta didik pun memilki kesempatan untuk lebih banyak diskusi, berinteraksi dan berdialog sehingga mereka mampu mengkonstruksi konsep dan kaidah-kaidah keilmuan sendiri. Mereka menjadi terbiasa untuk berbeda pendapat dan menghargai perbedaan sehingga mereka menjadi sosok manusia yang cerdas dan kritis serta selalu siap dengan segala bentuk perubahan. Dengan demikian masyarakat maju yang dinamis dan terbuka dengan perubahan akan terbentuk dalam konteks kepribadian bangsa.[2]

  1. Peserta Didik,

            Faktor internal yang mempengaruhi pelaksanaan sistem inovasi pendidikan adalah peserta didik. Peserta didik sangat besar pengaruhnya terhadap pencapaian inovasi pendidikan. Hal ini menjadi sangat penting karena tujuan pendidikan adalah pencapaian perubahan intelektual, spiritual dan tingkah laku peserta didik, dimana peserta didik mempunyai peranan sebagai subjek dan objek dari proses inovasi itu sendiri. Proses perubahan dalam inovasi pendidikan, pada umunya ditujukan untuk meningkatkan prestasi peserta didik. Tetapi seringkali, inovator jarang memikirkan peserta didik sebagai partisipan dalam suatu proses perubahan dan kehidupan organisasi. Mereka dianggap sebagai objek perubahan bukan sebagai subjek .

  1. Kepala sekolah,

            Kepala Sekolah merupakan tempat ujung tombak untuk terjadinya perubahan dalam pendidikan. Dan kepala sekolah sebagai manajer sekolah memiliki peran yang sangat penting sebagai agen perubahan. Kepala sekolah berada ditengah-tengah hubungan antara guru dengan ide dari masyarakat luar harus berperan aktif sebagai inisiator atau fasilitator dari perubahan program.     Kepala sekolah harus terlibat secara langsung dalam perubahan. Kepala sekolah merupakan pimpinan tertinggi di tingkat sekloah, yang mana tugas dan fungsi utama dari kepala sekolah itu adalah memimpin, mengawasi, dan pengambil kebijakan yang dianggap perlu bagi kemajuan sekolah yang beliau pimpin. Begitu juga terhadap proses inovasi pendidikan, peranan kepala sekolah dalam inovasi pendidikan sangatlah penting.

https://kabarna.id/endless-apk/