Call Us:+1-888-888-888
Background Image

Kesuksesan Di Analogikan Sebagai Pemanah

Home  /  Pendidikan  /  Kesuksesan Di Analogikan Sebagai Pemanah

7.Jul, 2019 Comments Off on Kesuksesan Di Analogikan Sebagai Pemanah Pendidikan

Kesuksesan Di Analogikan Sebagai Pemanah

Kesuksesan Di Analogikan Sebagai Pemanah

Kesuksesan Di Analogikan Sebagai Pemanah

Kesuksesan Di Analogikan Sebagai Pemanah

   Apasih yang ada di benak kita kalo denger pemanah?Yap orang yang memanah dengan mengunakan busur dan panah tujuannya itu kan mengenai sasaran dengan baik menggunakan busur dan panah dengan kesabaran dan tingkat konsentrasi yang tinggi. Pemanah itu punya komponen kan seperti busur, tali, panah, papan sasara, tabung panah, dsb. Nah jadi saya cuma mau men analogikan sebagian dari kompenen tersebut.

Panah

                Panah itu alat juga, tapi kalo panah itu alat untuk menembak tujuan, nah dianalogikan sebagai ilmu/bekal yang kita bawa. Semakin bagus dan semakin lancip panah tersebut semakin mantap kita meneju kesuksesan. Tapi itu sebanding dengan proses pembuatan panah tersebut, kita tau kan kalo mau membuat suatu alat/barang yang bagus perlu pengorbanan? Nah disini kita melakukan pengorbanan waktu, mental, fisik untuk mendapat ilmu yang bermanfaat dan dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jadi harus sabar memnuntut ilmu dan juga jangan sampai kektika ulangan kita menyontek itu sia sia. Kalo itu panah udah jadi dengan sebanding prosesnya pasti bagus dan makin akurat untk ke papan sasaran / tujuan kita

Pemanah

                Pemanah artinya kan orang yang manah, nah orangnya itu kita dan dianalogikan sebagai pengalaman, tau sendiri kalo mau manah harus ada pengalaman. Nah disini sulitnya pengalaman itu beda sama teori ada pribahasa kan 1 pengalaman sama dengan 1000 teori jadi ya berharga banget yg namanya pengalaman. Jangan sombong sama ilmu yang bnyk kalo ga bisa melakukan apa2  pengalaman ini perlu waktu yang lama dan harus dilakukan secara terus menerus agar kita ahli dalam memanah/meraih kesuksesan

Busur

                Busur itu kan alatnya jadi di analogika dengan alat untuk menuju kesuksesan ini dianalogikan sebagai pendukung/ penopang. Ya tau lah kita kan makhluk sosial yg butuh orang jadi ya pendukung kita itu ya ortu jadi sini saya menekankan kita harus mempunyai pendukung yang baik, walaupun keluarga kita ngebuat kita jadi home break (itu misalnya). Tapi kalo keluarga kita udah kaya ya manfaatin untuk terus sukses jangan malah maen2 dengan kekayaan ortu. Biasanya anak jaman sekarang kan berfoya foya dan santai, pasti mereka mikirnya” nanti juga udh gede gw kaya” itu ga menjamin kesuksesan seseorang itu bukan karena pendukung, pendukung tetaplah pendukung. So kalo udah punya pendukung yg baik manfaatin ya,

Papan sasaran

                Nah point yang terkahir adalah papan…. Dari namanya aja udah sasaran Jadi ini dianalogikan sebagai tujuan/mimpi. Semua yg kita lakuin harus ada tujuannya masa ga ada . Nah tujuan disini harus tinggi ada kan pribahasa mimpi tuh setinggi langit,lho langit kan ga ada batasnya  so tunggu apa lagi? Nyok mimpi setinggi2nya

faktor eksternal

                Jadi faktor eksternal ini juga berpengaruh dalam memanah seperti kelembaban, suhu, arah angin, jarak pandang itu semua harus diperhatikan dengan seksama. Nah dianalogikan sebagai lingkungan sekitar, jadi kenapa kita masih terhambat atau panah kita masih meleset karena kita ga memperhatikan lingkungan sekitar contohnya sosialisasi antar warga, membantu, bersedekah, dan doa.

 

Proses

                Disini serunya, karena memanah itu perlu proses ya kan? kita udah punya busur sama panah ditangan ditambah dengan pengalaman tau kan kalo narik panah itu kebelakang, jadi semakin kita mencoba dengan keras semakin panah tersebut kebelakang. Nah ini di analogikan seperti orang yang gagal terus semakin dia berusaha semakin dia gagal dan kebelakang,, nah kalo kasusnya kaya gini tenang, kita harus percaya sama diri sendiri bahwa kita akan berusaha terus menerus walaupun gagal terus. Ya pada waktunya itu panah akan melesat kedepan melampaui orang2 dan diri itu sendiri. Terus melesat menuju ke sasaran yg kita inginkan, tapi hati2 dengan sasaran yg kita inginkan jgn sampe sasaran itu jelek

Kesimpulan

                Jadi kesuksesan itu membutuhkan pengorbanan dan waktu yg lama, ga bisa tuh yg namanya simsalabim langsung sukses. Tidak ada yang instan kalo mau bener2 sukses, jadi saya menekankan kalo kita semua sering jatoh/gagal tetaplah berusaha dan bangkit, tetaplah menarik anak panah kebelakang dan pada waktunya panah tersebut akan melesat

Sumber : https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/2Vny/understanding-and-examples-of-explanatory-texts


Comments are closed.