Call Us:+1-888-888-888
Background Image

Kalimat: Pengertian, Unsur, Struktur dan Jenis-Jenis Kalimat

Home  /  Pendidikan  /  Kalimat: Pengertian, Unsur, Struktur dan Jenis-Jenis Kalimat

29.May, 2019 Comments Off on Kalimat: Pengertian, Unsur, Struktur dan Jenis-Jenis Kalimat Pendidikan

Kalimat: Pengertian, Unsur, Struktur dan Jenis-Jenis Kalimat

Kalimat: Pengertian, Unsur, Struktur dan Jenis-Jenis Kalimat

Kalimat: Pengertian, Unsur, Struktur dan Jenis-Jenis Kalimat | Kalimat merupakan satuan bhs bersifat kata atau deretan kata yang sanggup berdiri sendiri dan menerangkan arti yang lengkap. Kalimat ialah satuan bhs terkecil yang mengutarakan inspirasi yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam bentuk lisan, kata-kata diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam bentuk postingan berhuruf latin, kata-kata diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!). Unsur-unsur kata-kata terdiri dari : Subjek, Predikat, Obyek, dan Keterangan.

A. Subjek
Subjek atau pokok kata-kata merupakan elemen pokok kalimat. Subjek menentukan kejelasan arti kalimat. Penempatan subjek yang tidak tepat, sanggup mengaburkan arti kalimat. Kehadiran subjek dalam kata-kata berfungsi: (1) membentuk kata-kata awal, kata-kata luas, kata-kata tunggal, kata-kata majemuk, (2) memperjelas arti, (3) menjadi inspirasi utama, (4) memastikan makna, (5) memperjelas pikiran ungkapan, dan (6) membentuk kesatuan ide.

Ciri-ciri subjek:

Jawaban apa atau siapa
Didahului kata bahwa
Berupa kata atau frasa benda (nomina)
Disertai dengan kata ini atau itu
Disertai pewatas yang
Kata karakter didahului kata si atau sang: si cantik, si hitam, sang perkasa
Tidak didahului preposisi: di, dalam, pada, kepada, bagi, untuk, dari, menurut, berdasarkan, dan lain-lain.
Tidak sanggup diingkarkan dengan kata tidak, tetapi sanggup dengan kata bukan.
Contoh : Nina, aku, saya, mereka, keledai, cita – cita, dan lain – lain.

B. Predikat
Sama seperti halnya dengan subjek, predikat kata-kata biasanya timbul secara eksplisit. Kehadiran predikat dalam kata-kata berfungsi: (1) membentuk kata-kata awal, kata-kata sendiri, kata-kata luas, kata-kata majemuk, (2) menjadi elemen penjelas, yaitu memperjelas inspirasi atau pikiran yang disampaikan dan menentukan kejelasan arti atau arti kalimat, (3) memastikan makna, (4) membentuk kesatuan pikiran, dan (5) sebagai sebutan.

Ciri-ciri predikat:

Jawaban mengapa, bagaimana
Dapat diingkarkan dengan tidak atau bukan
Dapat didahului info aspek: akan, seudah, sedang, selalu, hampir
Dapat didahului info modalitas: sebaiknya, seharusnya, seyogyanya, mesti, selayaknya, dan lain-lain
Tidak didahului kata yang, kalau didahului yang predikat beralih fungsi menjadi perluasan subjek
Didahului kata adalah, ialah, yaitu, yakni
Predikat sanggup bersifat kata benda, kata kerja, kata karakter atau bilangan.
Contoh : Menyanyi, lari, menangis, berjalan, dan lain – lain.
C. Objek
Subjek dan predikat condong timbul secara tertentu dalam kalimat, akan tetapi objek tidaklah demikian halnya. Keberadaan objek dalam kata-kata terkait pada macam-macam predikat kata-kata serta ciri khas objek itu sendiri. Predikat kata-kata yang berstatus transitif membawa objek. Biasanya, predikat ini bersifat kata kerja berkonfiks me-kan, atau me-i, misalnya: membuatkan, melarikan; me-i, misalnya: membuati, melempari, menjauhi. Dalam kalimat, objek berfungsi: (1) membentuk kata-kata dasar pada kata-kata berpredikat transitif, (2) memperjelas arti kalimat, dan (3) membentuk kesatuan atau kelengkapan ide.

Ciri-ciri objek:

Berupa kata benda
Tidak didahului kata depan
Mengikuti secara langsung di belakang predikat transitif
Jawaban apa atau siapa yang terdapat di belakang predikat transitif
Dapat menempati fungsi subjek andaikan kata-kata itu dipasifkan.

Baca Juga >> Pengertian dan Definisi Operasional Menurut Beberapa Ahli

D. Keterangan
Keterangan kata-kata berfungsi memperjelas atau melengkapi informasi perintah-perintah kalimat. Tanpa keterangan, informasi menjadi tidak jelas. Hal ini sanggup dirasakan kehadirannya lebih-lebih dalam surat undangan, laporan penelitian, dan informasi yang mengenai dengan tempat, waktu, sebab, dan lain-lain.

Ciri-ciri keterangan:

Bukan unsur utama kalimat, tetapi kata-kata tanpa keterangan, pesan menjadi tidak jelas, dan tidak lengkap.
Tempat tidak terikat posisi, pada awal, tengah, atau akhir kalimat
Dapat berupa: info waktu, tujuan, tempat, sebab, akibat, syarat, cara, posesif (posesif ditrandai kata meskipun, walaupun, atau biarpun), dan pengganti nomina (menggunakan kata bahwa).
Jenis-jenis keterangan:
1. Keterangan tempat
Contoh : Ayah akan perdi ke Surabaya
2. Keterangan alat
Contoh : Ibu memotong sayuran dengan pisau
3. Keterangan waktu
Contoh : Andi studi matematika pukul 8 malam
4. Keterangan tujuan
Contoh : Bayi wajib minum susu agar sehat
5. Keterangan penyerta
Contoh : Ibu pergi ke pasar dengan kakak.
6. Keterangan cara
Contoh : Bacalah buku itu dengan seksama
7. Keterangan sebab
Contoh : Toni tidak naik kelas gara-gara malas belajar

Jenis-Jenis Kalimat
A. Berdasarkan Pengucapan

Kalimat sanggup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Kalimat Langsung

Kalimat langsung merupakan kata-kata yang secara seksama mencontoh ucapan orang. Kalimat langsung juga sanggup diartikan kata-kata yang memberitakan bagaimana ucapan dari orang lain (orang ketiga). Kalimat ini biasanya ditandai dengan tanda petik dua (“….”) dan sanggup bersifat kata-kata tanya atau kata-kata perintah.
2. Kalimat Tak Langsung

Kalimat tak langsung merupakan kata-kata yang menceritakan lagi perkataan atau ucapan orang lain. Kalimat tak langsung tidak ditandai lagi dengan tanda petik dua dan sudah dirubah menjadi kata-kata berita.

B. Berdasarkan Jumlah Frasa (Struktur Gramatikal)

Kalimat sanggup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Kalimat Tunggal

Kallimat tunggal merupakan kata-kata yang memiliki satu pola (klausa) yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat. Kalimat tunggal ialah kata-kata dasar sederhana. Kalimat-kalimat yang panjang sanggup dikembalikan ke dalam kalimat-kalimat dasar yang sederhana dan sanggup juga ditelusuri p0la-pola pembentukannya.

2. Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk terdiri atas dua atau lebih kata-kata tunggal yang saling berkomunikasi dengan baik kordinasi maupun subordinasi.

3. Kalimat Berita

Kalimat berita merupakan kata-kata yang isinya memberikan sesuatu. Dalam penulisannya, biasanya diakhiri dengan tanda titik (.) dan dalam pelafalannya dijalankan dengan intonasi menurun. Kalimat ini mendorong orang untuk memberi tambahan tanggapan.

4. Kalimat Tanya

Kalimat tanya merupakan kata-kata yang memiliki tujuan untuk memperoleh suatu informasi atau jawaban yang diharapkan. Kalimat ini diakhiri dengan tanda tanya(?) dalam penulisannya dan dalam pelafalannya manfaatkan intonasi menurun. Kata tanya yang dipergunakan adalah bagaimana, dimana, berapa, kapan.

5. Kalimat Seruan

Kalimat seruan merupakan kata-kata yang digunakan untuk mengungkapakan perasa ‘yang kuat’ atau yang mendadak. Kalimat seruan biasanya ditandai dengan intonsi yang tinggi dalam pelafalannya dan manfaatkan tanda seru (!) atau tanda titik (.) dalam penulisannya.

D. Berdasarkan Unsur Kalimat

Kalimat sanggup dibedakan ke dalam 2 jenis, yaitu:

1. Kalimat Lengkap

Kalimat lengkap merupakan kata-kata yang sekurang-kurangnya terdiri dari satu buah subjek dan satu buah predikat. Kalimat Majas juga ke dalam kata-kata lengkap.

2. Kalimat Tidak Lengkap

Kalimat tidak lengkap merupakan kata-kata yang tidak prima gara-gara hanya memiliki subjek saja, atau predikat saja, atau objek saja atau info saja. Kalimat tidak lengkap biasanya bersifat semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, seruan, larangan, sapaan dan kekaguman.

E. Berdasarkan Susunan S-P

Kalimat sanggup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Kalimat Inversi

Kalimat versi merupakan kata-kata yang predikatnya mendahului subjeknya. Kata atau frasa tertentu yang pertama nampak akan menjadi kunci yang akan mempengaruhi arti untuk menimbulkankesan tertentu, dibandingkan kalau kata atau frasa di tempatkan pada rangkaian kedua. Kalimat ini biasanya dipakau untuk penekanan atau ketegasan makna.

2. Kalimat Versi

Kalimat inversi merupakan kata-kata yang lapisan dari unsur-unsur kalimatnya sesuai dengan pola kata-kata dasar bhs Indonesia (S-P-O-K).

F. Berdasarkan Bentuk Gaya Penyajiannya (Retorikanya)

Kalimat sanggup dibedakan menjadi 3 style yaitu:

1. Kalimat Yang Melepas

Kalimat yang melepaskan terbentuk kalau kata-kata berikut disusun dengan diawali oleh unsur utama (induk kalimat) dan diikuti oleh unsur tambahan (anak kalimat). Unsur anak kata-kata ini seakan-akan dilepas saja oleh penulisnya. Jika unsur anak kata-kata tidak diucapkan, kata-kata itu sudah bermakna lengkap.

2. Kalimat yang Klimaks

Kalimat klimaks terbentuk kalau kata-kata berikut disusun dengan diawali oleh anak kata-kata dan diikuti oleh induk kalimat. Kalimat belum sanggup dipahami kalau hanya membaca anak kalimatnya. Sebelum kata-kata itu selesai, merasa tetap ada sesuatu yang ditunggu, yaitu induk kalimat. Oleh karen itu, penyajian kata-kata ini merasa berklimaks dan merasa membentuk ketegangan.

3. Kalimat Yang Berimbang

Kalimat yang berimbang disusun dalam bentuk kata-kata majemuk setara dan kata-kata majemuk campuran, Struktur kata-kata ini menunjukkan kesejajaran yang sejalan dan dituangkan ke dalam bangun kata-kata yang simetri.

G. Berdasarkan Subjeknya

Kalimat sanggup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Kalimat Aktif

Kalimat aktif adalah kata-kata yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan/tindakan. Kalimat ini biasanya memiliki predikat bersifat kata kerja yang berawalan me- dan ber-. Predikat juga sanggup bersifat kata kerja aus (kata kerja yang tidak sanggup dilekati oleh awalan me–saja), andaikan pergi, tidur, mandi, dll (kecuali makan dan minum).

2. Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kata-kata yang subjeknya dikenai pekerjaan/tindakan. Kalimat ini biasanya memiliki predikat bersifat kata kerja berawalan di- dan ter- dan diikuti oleh kata depan oleh.

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/download-contoh-surat-penawaran-harga-yang-benar/


Comments are closed.