Jenis Paus

 Jenis Paus Jenis Paus

Paus atau lodan (khusus yang bergigi dan bukan berukuran kecil) adalah sekelompok mamalia yang hidup di lautan. Sebutan “paus” diberikan pada anggota bangsa Cetacea yang berukuran besar. Paus bukan tergolong dalam keluarga ikan. Paus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

2.3 Ikan Paus Yang Sering Diburu

Di Indonesia, warga Lamalera di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, sampai saat ini masih melakukan perburuan ikan paus, umumnya jenis paus sperma. Sebelum melakukan penangkapan, mereka melakukan upacara atau ritual untuk meminta restu nenek moyang mereka. Proses perburuan paus di Lamalera sepenuhnya menggunakan peralatan tradisional sehingga menurut aturan internasional masih diperbolehkan, sebagaimana menemukan fakta bahwa kotoran paus berperan dalam mengurangi jumlah karbon dioksida di dalam laut. Hal ini karena kotoran paus mengandung zat besi yang merupakan makanan utama fitoplankton, sementara fitoplankton berfungsi untuk menyerap karbondioksida. Jika paus punah, ekosistem laut menderita. Peningkatan karbon dioksida di laut menyebabkan peningkatan keasaman air laut. Peningkatan keasaman merusak perkembangan kerang dan menimbulkan hujan asam.

Pada masa kini dikenal dua kelompok paus, yaitu paus bergigi (Odontoceti) dan paus tidak bergigi (Mysticeti). Paus Odontoceti yang bergigi merupakan pemangsa yang memakan ikansotong, dan mamalia laut, mempunyai satu lubang pernapasan. Paus bergigi berkerabat dekat dengan lumba-lumba dan pesut. Paus tidak bergigi berukuran lebih besar daripada ikan paus bergigi dan mempunyai struktur yang dikenal sebagai balin yang berbentuk sikat. Struktur ini berguna untuk menyaring plankton, makanannya, di air. Paus berbalin mempunyai dua lubang pernapasan. Paus diburu karena beragam manfaat. Lemak dalam tubuh paus sejak abad ke-10 hingga 17 digunakan manusia sebagai bahan baku pembuatan lilin, produk tekstil, dan pelumas mesin. Tulang dan giginya bisa dijadikan sebagai barang-barang kebutuhan rumah tangga seperti korset, piring, sisir, dan hiasan rumah. Minyaknya digunakan sebagai sumber penerangan yang tak menimbulkan bau dan asap. Tak heran jika sampai 1850 banyak orang di Amerika rela mempertaruhkan nyawa di tengah laut demi mendapatkan ikan paus.

Sumber :

https://etrading.co.id/artikel-abu-vulkanis-dan-keselamatan-penerbangan/