Call Us:+1-888-888-888
Background Image

Inilah Manfaat Kentut bagi Kesehatan

Home  /  Umum  /  Inilah Manfaat Kentut bagi Kesehatan

27.Nov, 2018 Comments Off on Inilah Manfaat Kentut bagi Kesehatan Umum

Inilah Manfaat Kentut bagi Kesehatan

Inilah Manfaat Kentut bagi Kesehatan – Jangan sepelekan kentut, sebenarnya gas buang satu ini paling bermaat untuk kesehatan manusia. Bukan melulu manusia loh yang kentut, fauna pun pun kentut, hanya metodenya berbeda.

Betapa sakitnya orang yang tidak dapat mengeluarkan gas buang atau kentut. Pengalaman menyakitkan ini bukan rekayasa, bim salabim abrakadaba begitu saja. Bukan juga kisah bohong belaka. Peristiwa menyangga kentut sampai jatuh sakit ini menimpa anak laki-laki saya.

Rupanya kekerasan terhadap anak-anak tidak melulu berbentuk siksaan jasmani saja. Untuk anak-anak menyangga kentut sama dengan kata lain menyiksa kemerdekaan mereka menerbitkan gas buangnya. Kejadian mencekam ini terjadi pada Kamis 20 September 2018 pagi-pagi sekali atau Jum’at 21/9/2019.

Bangun istirahat pagi seketika sakit, sehingga menciptakan kami panik separuh mati. Tak ayal ibunya jantungnya diciptakan dag-dig-dug-der mengurusi sakit perutnya si kecil pagi itu.

Setelah mendapat perawatan sedemikian rupa, maka sembuhlah dari sakit perutnya. Tanpa dinyana si kecil ini bertutur untuk mamanya (panggilan ibu di lokasi tinggal mama), bahwa penyebab sakitnya mulai tadi malam sebab menahan kentut semenjak sore hari, “takut dimarahi kakaknya” menjadi dalih anak saya, memang kakaknya familiar temberang terhadap adik-adiknya, khususnya hal-hal jorok dan berbau kentut.

Melihat situasi ini, adiknya memilih menyangga rasa kentut di kamar menjelang istirahat malam. Begitu adiknya mengacak-ngacak lokasi tidur, langsung dimarahinya, maklumlah kakaknya seorang wanita tomboy dan suka main futsal, tetapi di lokasi tinggal terkenal pembersih, sedangkan adiknya-adiknya laki-laki dan wanita lebih manja, wajarlah tingkahnya lebih kekanak-kanakan, lagipula masih berusia 11 dan 10 tahun.

Guna menghindari “semprotan” kakaknya, adiknya menyangga rasa kentut sampai tidur malam, bahkan sebelum benar-benar mengatupkan matanya, kira-kira pukul 21.30 wita malam anak saya sempat berlari ke kamar mandi guna buang air besar, perutnya serasa kembuang namun BAB-nya tidak keluar, urusan ini diakibatkan terlanjur lama menyangga kentutnya di dalam perut.

Akhirnya secara darurat si kecil istirahat kembali sembari menyangga kentut sampai keesokan harinya.

Nah, begitu bangun istirahat pagi wajahnya begitu pucat pasi dibarengi badannya menggigil bak orang demam. “Perutku sakit ma,” keluhnya. Dia memanggil ibunya dengan sebutan ‘mama’. Naluri seorang ibu tentulah tangkas mengurus si buah hati. Setelah diberi sarapan bubur dan minum teh hangat manis, kemudian diberi obat sakit perut, sempat tertidur pulas.

Alhamdulillah, sebangunnya dari istirahat yang tertunda kondisinya perlahan tetapi pasti makin membaik. Padahal tepat diwaktu tersebut, Jum’at di sekolahnya digelar ulangan harian, dengan situasi lemah seperti tersebut terpaksa absen ulangan sampai ibunya pergi ke sekolah guna memberi kabar untuk pihak sekolah.

Sepulang dari lokasi bekerja, saya lumayan kaget karena anak saya yang ketiga ini sudah tidak sedikit makan dan bahkan bermain badminton dilorong sempit depan rumah bareng adik perempuannya, seakan-akan tidak pernah menikmati sakit perut, karena menahan kentut seharian.

Ulasan ini paling jauh dari ujaran kebencian atau bagian pornografi, tidak dibuat-buat atau hoaks, tidak berhubungan masalah penistaan format apapun. Ternyata menyangga rasa kentut seharian menciptakan anak saya celaka.

Betul, beberapa besar masyarakat memandang seseorang yang kentut sembarangan tersebut jorok dan tidak sopan, untuk yang merasa hendak kentut pasti malu melemparkan gasnya ditempat umum. Terlebih saat sedang rapat atau didepan pimpinan, atau bareng pacar pasti sebuah penganiayaan teramat sakit menyangga rasa kentut.

Padahal melemparkan gas berupa kentut tersebut menyehatkan. Sebagai insan selama masih bernafas, tentu mempunyai rasa kentut, rasa kencing serta buang air besar, makanya sesama insan saling mengawal privasi serta perasaan orang lain.

Selagi anda sehat tentu mempunyai rasa kentut, melulu carannya yang berbeda-beda. Coba bayangkan bilamana kita sakit tentu tidak dapat kentut. Kentut ini bukan masalah berarti, terkadang seseorang melebih-lebihkan seni kentut, dituding sebagai “troublemaker” tidak sopan dan tidak menutup bisa jadi “dikucilkan” dari pergaulan. Padahal tersebut sebuah perbuatan konyol, memangnya kamu sudah tidak dapat kentut?

Ketahuilah bahwa kentut tersebut sehat. Jika disimak lebih jauh, maka bersyukurlah untuk orang-orang yang masih menerbitkan kentut, sebab kentut tersebut sangat mahal sekali harganya walau bau. Bagi orang yang telah tidak dapat kentut dipastikan dia bakal sakit, tak ayal mendekati ajal.

Baca Juga:


Comments are closed.