Ikhtisar Diabetes Mellitus (Dietetik)

Ikhtisar Diabetes Mellitus (Dietetik)

ALKOHOL DALAM DIET

Alkohol tidaklah esensial dalam diet. Faktor risiko klinis utama yang terkait dengan terlalu banyak minum adalah sirosis hati. Konsumsi alkohol mempengaruhi setiap sistem dalam tubuh, terutama sistem gastrointestinal, kardiovaskular, dan saraf. Dampak sosial dari asupan alkohol yang berlebihan antara lain kejahatan, kecelakaan, bunuh diri, dan kekerasan rumah tangga. Kebiasaan tidak masuk kerja akibat alkohol akanmenimbulkan dampak ekonomi.

PENGUKURAN KONSUMSI ALKOHOL

Di Inggris, satu ‘unit’ (satuan) alkohol didefinisikan sebagai 8 g atau 10 mL etanol (di AS didefinisikan sebagai 12 g alkohol). Pedoman tentang jumlah unit dalam minuman beralkohol standar ditetapkan beberapa tahun lalu oleh Badan Edukasi Kesehatan (Health Education Authority, HEA) Inggris. Minuman beralkohol yang ada pada saat ini lebih bervariasi dan kadarnya lebih tinggi, sehingga menimbulkan kebingungan tentang jumlah unit.

FAKTOR SOSIAL

Konsumsi alkohol berbeda-beda pada berbagai kalangan masyarakat, pada negara maju terdapat kecenderungan :

  • Secara keseluruhan, pria minum dua kali lebih banyak daripada wanita (perbedaan dalam kelompok usia yang lebih muda adalah lebih kecil daripada angka ini);
  • Pria lajang minum lebih banyak daripada pria yang sudah menikah;
  • Konsumsi terbanyak ditemukan pada kelompok usia dewasa muda, dalam bentuk teenage binge drinking(kebiasaan minum berlebihan pada remaja);
  • Secara umum, orang yang taraf hidupnya lebih rendah minum lebih banyak daripada yang taraf hidupnya tinggi, meskipun orang bertaraf hidup tinggi minum lebih teratur;
  • Konsumsi menurun dengan bertambahnya usia.

 

Ikhtisar Diabetes Mellitus (Dietetik)

Siklus sel