Eksperimentasi Sosial

Eksperimentasi Sosial

            Adalah proses memanipulasi tindakan kebijakan secara sistematis sedemikian rupa sehingga memungkinkan diperolehnya jawaban yang cukup tepat terhadap persoalan sumberdaya mana yang mengubah hasil kebijakan. Pendekatan ini bertujuan utnuk menemukan solusi masalah sosial dengan cara memaksimalkan perbedaan diantara berbagai tindakan kebijakan dalam suatu kelompok program yang kecil dan dipilih secara cermat dan mengkaji konsekuensi mereka.

            Eksperimen sosial didasarkan pada pengadopsian prosedur yang biasa diterapkan dalam eksperimen laboratoris klasik dalam ilmu-ilmu eksakta, seperti:

Ø  Mengontrol langsung tidakan kebijakan dan berusaha untuk memaksimalkan perbedaan di antaranya agar dihasilkan akibat yang sedapat mungkin sangat berbeda.

Ø  Dua atau lebih kelompok digunakan dalam eksperimen sosial. Salah satu kelompok (disebut kelompok eksperimental) menerima perlakuan eksperimental, sedangkan kelompok yang lain (disebut kelompok kontrol) tidak menerima perlakuan serupa atau diberi perlakuan yang sama sekali berbeda.

Ø  Penunjukkan secara acak anggota kelompok aksperimental mapun kontrol maupun dengan cara memberikan perlakuan secara acak kepada kedua kelompok.

            Eksperimen sosial berguna untuk memperlihatkan penilaian yang cermat apakah tindakan kebijakan tertentu membuahkan suatu hasil. Kemampuan eksperimen menghasilkan inferensi kausal yang valid tentang efek tindakan terhadap hasil kebijakan disebut validitas internal. Semakin besar validitas internalnya, semakin percaya kita bahwa keluaran kebijakan yang kita amati merupakan konsekuensi dari masukan kebijakannya. Salah satu cara untuk meningkatkan validitas internal adalah dengan merancang riset secara hati-hati. Secara umum, riset tersebut haruslah            :

Ø  Menerapkan seleksi secara acak

 

Eksperimentasi Sosial