Call Us:+1-888-888-888
Background Image

EKSPANSI KOLONIAL KELUAR JAWA

Home  /  Pendidikan  /  EKSPANSI KOLONIAL KELUAR JAWA

13.Jul, 2019 Comments Off on EKSPANSI KOLONIAL KELUAR JAWA Pendidikan

EKSPANSI KOLONIAL KELUAR JAWA

EKSPANSI KOLONIAL KELUAR JAWA

EKSPANSI KOLONIAL KELUAR JAWA

EKSPANSI KOLONIAL KELUAR JAWA

 Sebab Perang

Perang Batak atau perang Si Singa Mangaraja dimulai dari tahun 1878 – 1907 yang terjadi selama 29 tahun. Perang batak ini terjadi disebabkan kedatangan bangsa Belanda kepedalaman Batak yang waktu itu dipimpin oleh Si Singa Mangaraja XII sebagai ahli waris dari Si Singa Mangaraja XI yang masih bebas dari bangsa Belanda. Daerah Batak ini terletak di Danau Toba dan sekitarnya, Batak merupakan sebuah daerah yang tentram dan damai karena terhindar dari pertentangan dan ketagangan dan juga masyarakat disekitar  ini percaya kepada pemimpin mereka yang akan menjaga kesalamatan mereka semuanya.

 

 Masyarakat sekitar sangat susah menerima pengaruh

dari luar  yang meraka anggap sebagai penganggu tradisi mereka, namun hal ini tidak bisa dihindari lagi karena pemerintahan Hindia Belanda selalu ingin memperluas pemerintahan mereka. Sebelumnya sudah ada juga pada masa VOC tetapi tidak begitu  berpengaruh.  Tapi sejak ahir abad ke XIX pemerintaha Hindia Belada selalu mengirim ekspedisi mereka untuk melakukan penaklukan  dan pendudukan sehingga membentuk daerah pamong praja disana.

            Setelah perang paderi berakhir, Hindia Belanda bergerak menuju daerah sekitar termasuk daerah sekitar Danau toba terjadilah pendudukan dan selanjutnya Hindia Belanda membentuk keresidenan disana. Dalam pebentukan keresidenan Daerah Batak yang berda disebelah utara dimasukan kedalam keresidenan Tapanuli termasu daerah Sipirok yang belum didudukinya dimasukan kedalam keresidenan tersebut dan beberapa kepala huta harus berjanji dan tundudk kepada pemerintahan Hindia Belanda. Setelah daerah Sipirok dan tapanuli di ambil alih oleh Belanda terbukalah jalan menuju Silidung dan Toba, sehingga kedaulatan tanah batak mulai terancam.

 

Pemerintaah Hindia Belanda mengirim beberapa Residen

untuk meneliti daerah perdalaman Batak. Dari penyelididkan diketahui Daerah batak belum memiliki agama resmi sehingga terniatlah oleh pihak Belanda untuk menyebarkana agama keristen ditanah Batak tersebut. Untuk kepentingan gama dikirimlah Dr.N.Van Der Tuuk, pada tahun 1849 ia sampai di Barus  dan berusahan menyusup kedaerah Toba . kedatangannya disambut dengan kebencian oleh rakyat Toba sehingga ia hampir terbunuh tetapi karena menimpu rakyak ia mengaku sebagai  keluarga Si Singa Mangaraja X  yang tewas dalam perang paderi dan juga diperkuat oleh raja Lumbung ia bisa membebaskan diri dari ancaman tersebut. Tahun 1853 ia diterima oleh Si Singan Mangaraja  XI di Bakkara. Sejak tahun 1960  agama keristen banya memasuki daerah Danau Toba  pos – pos Zeding juga mulai berdiri didaerah tersebut.  Sejalan dengan itu pemerintaha Hindia Belanda mengerkan pasukan meliternya ke daerah Barus dan  Singkel dan memasukan perdalam Aceh. Dalam keadaan yang sama Si Singa Mangaraja XI meninggal dan digantikan dengan Patuang Bosar Ompu Pulo Batu yang bergelar SI Singan Mangaraja XII.

 

 Melihat kondisi masyarakat sekitar

Si Singa Mangaraja XI, takut agama keristen akan berkembang dan banyak dipeluk oleh rakyatnya, disisi lain ia juga takut kedudukankya tidak dianggap lagi  maka yang ditakutkan lagi oleh Si Singa Mangaraja terputusnya hubungan  antara rakyat dan pimpinan negerinya yang dahulu sangat ketat sehingga hal inilah yang menyebabakan Si Singa Mangaraja berusaha untuk mengusir Belanda dari tanah Batak.

Sumber : https://topsitenet.com/article/213046-definition-of-text-review-and-examples/


Comments are closed.