Call Us:+1-888-888-888
Background Image

CONSERVATIVE

Home  /  Pendidikan  /  CONSERVATIVE

20.Sep, 2019 Comments Off on CONSERVATIVE Pendidikan

CONSERVATIVE

CONSERVATIVE

CONSERVATIVE

CONSERVATIVE

– Berdasar pada kompromis (conformist).

– Berdasar pada pemikiran konvensional/ tradisional.

– Memecahkan permasalahan secara hati-hati, dengan mempertimbangkan pemikiran tradisi yang selama ini berlangsung.

Posisi Radical Planning Dalam Sejarah Perkembangan Pemikiran Perencanaan

1. Posisi Radical Planning

– Menurut Friedmann, tradisi ‘planning in the public domain’ dapat di kelompokkan menjadi dua, yaitu:

1. Tradisi yang bersifat konservatif, yang menunjukkan pemikiran perencanaan yang bersifat konvensional, tradisional dan diakui luas (established).

2. Tradisi yang bersifat radical, yang menunjukkan pemikiran perencanaan yang bersifat fundamental, dan berfokus pada akar permasalahan (roots).

– Dalam konsep tradisi ‘planning in the public domain’, Friedmann mengelompokkan tradisi pemikiran perencanaan yang termasuk ke dalam radical planning, yaitu:

– Social Reform, yang menunjukkan tradisi perencanaan social guidance dalam pemikiran yang radical.

– Social Mobilization, yang menunjukkan tradisi perencanaan social transformation dalam pemikiran yang radical.

2. Review : Fungsi Perencanaan

– Planning attempts to link scientific and technical kenowledge to actions in the public domain.

Perencanaan berupaya menjembatani antara ilmu pengetahun dasar (teoritis) dengan ilmu-ilmu pengetahuan teknis (terapan-praktis) pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat umum.

– Planning attempts to link scientific and technical knowledge to processes of societal guidance.

Perencanaan berupaya menjembatani ilmu pengetahuan dasar (teoritis) dengan ilmu-ilmu pengetahuan teknis (terapan-praktis pada proses-proses societal guidance.

– Planning attempts to link scientific and technical knowledge to processes of social transformation.

Perencanaan berupaya menjembatani ilmu pengetahuan dasar (teoritis) dengan ilmu-ilmu pengetahuan teknis (terapan-praktis pada proses-proses social transformation.

– Societal Guidance

adalah pedoman yang disusun sebagai upaya untuk memberikan arahan pembangunan kemasyarakatan.

– Social Transformation

adalah proses transformasi pengetahuan, hak, kewajiban dan berbagai aspek yang menyangkut pembangunan kemasyarakatan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat menggunakannya untuk membangun.

3. Posisi Radical Planning

– Berdasarkan diagram ‘pemetaan sejarah’ menurut Friedmann, dapat dilihat bahwa ‘Radical Planning’ berkembang dengan pengaruh social science yang kuat. Pengaruh social science yang kuat terutama dipengaruhi oleh pemikiran utopian, yang cenderung bersifat dinamis, kreatif dan inovatif.

– Sementara itu, pengaruh engineering science yang kuat menyebabkan kuatnya aliran pemikiran konservatif. Konservatif itu sendiri menunjukkan sifat-sifat perkembangan yang cenderung lambat atau statis, karena masih kuatnya pengaruh teori atau konsep yang telah ada. Engineering science yang cenderung berkembang lambat untuk meninggalkan konsep dan teori yang ada, memberikan pengaruh pada pemikiran yang bersifat konservatif.

KONSEP DASAR Radical Planning

1. Tantangan Kebutuhan Radical Planning

– Pertumbuhan jumlah masyarakat yang tinggi diikuti oleh sifat pluralistik yang tinggi pula.

– Pluralistik masyarakat yang tinggi diikuti oleh semakin kompleksnya permasalahan yang muncul di dalam masyarakat.

– Teori dan konsep terdahulu yang sudah diterima (accepted) dan disepakati (conformed) terasa tidak mampu memberikan penjelasan praktis terhadap permasalahan yang semakin kompleks.

– Pendekatan rasionalitis yang bersifat universal dan general terlalu umum untuk mengatasi permasalahan yang bersifat spesifik dan kontekstual.

– Pendekatan positivistik yang tergantung dari pengalaman praktis dan pembuktian empiris dapat membelenggu pendekatan yang harus diambil.

– Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah pendekatan perencanaan yang memperhatikan akar, dasar dan konteks dari setiap permasalahan yang dihadapi.

– Pendekatan tersebut adalah pendekatan Radical Planning, yang mengedepankan perhatian pada akar, dasar dan konteks dari obyek yang direncanakan.

2. Enam Prinsip Dasar Radical Planning (Sandercock, 2003)

Greater reliance on practical wisdom.
Planning is less document oriented and more people-centered, with more negotiated, political and focused plans.
Planners need to access other ways of knowing, examining experiential, intuitive and contextual knowledges articulated through stories and other media.
Greater community-based planning geared to empowerment and a movement away from top-down approaches.
Acknowledge that there are multiple publics. The idea of the “Public interest” is no longer applicable as there are now multiple publics.
Planning needs to be more participatory.

EMANCIPATORY PLANNING – Radical Planning-Emancipatory

– Perencanaan Radikal mengedepankan kesamaan setiap elemen didalam proses perencanaan.

– Setiap elemen dalam masyarakat memiliki akar atau dasarnya sendiri, sehingga memiliki kesamaan untuk dikedepankan, dengan pendekatan dan paradigmanya sendiri.

– Oleh karena itu, Radikal Planning mengepankan konsep-konsep:

– Mengedepankan kesamaan hak untuk semua pihak atau sektor yang terpinggirkan karena adanya pemikiran konvensional.

– Mengedepankan kesamaan posisi setiap pemikiran lokal, untuk dipertimbangkan dalam proses perencanaan.

Ciri Perencanaan Emansipatory

– Kesempatan diberikan sama pada setiap stakeholders didalam proses perencanaan.

– Meskipun memiliki kesempatan yang sama, hasil yang diperoleh untuk masing-masing stakeholders harus dipandang berbeda, karena masing-masing memiliki posisi dan peran yang berbeda-beda.

– Perencanaan harus membuka kesempatan terlibat yang sama, tetapi tetap menempatkan setiap stakeholders pada posisi, peran dan fungsinya masing-masing dalam sistem proses pembangunan.

Radical Planning PLURALIST PLANNING

Baca Juga :


Comments are closed.