Cara Budidaya Cabe Rawit Merah

Cara Budidaya Cabe Rawit Merah – Tanaman cabe rawit merah tumbuh subur di Indonesia, bahkan popular pun sebagai bumbu di sekian banyak negara di Asia Tenggara. Cae rawit atau cabe kathur tergolong dalam tumbuhan genus Capsicum.

Tanaman ini paling sesuai dikembangkan di wilayah tropis dan di dataran rendah dengan elevasi sekitar 0-500mdpl. Namun cabe ini juga dapat tumbuh baik di ketinggian 1000mdpl. Cabe rawit yang dibudidayakan di Indonesia sangatlah beragam. Ini disebabkan budidaya tumbuhan cabe rawit merah lebih rendah resikonya dikomparasikan cabe besar. Tanaman ini lebih tahan bakal serangan hama. Berikut kiat-kiat budidaya tumbuhan cabe merah dari pemilihan embrio hingga pemanenan.

Cara Budidaya Cabe Rawit Merah

Pemilihan embrio Cabe rawit Merah
Pilih embrio dengan sifat yang cocok dengan situasi lahan kita. Kita dapat menyeleksi embrio cabe rawit sendiri dari hasil panen sebelumnya. Yaitu pakai cabe hasil panen ke-4 sampai ke-6 sebab buah cabe pada panen ini memiliki situasi yang optimal.

Untuk menemukan bibit yang unggul, maka ada teknik sederhana dan alami yang dapat ditempuh:

Pemilihan bibit biji cabe rawit yang tua dan dijemur sampai kering dengan toleransi masa-masa tidak lebih dari 1 minggu proses penjemuran.
Sortir biji cabe rawit, dengan teknik rendam bibit cabe dan buah biji cabe yang mengambang. urusan ini bermanfaat pada proses pembentukan biji cabe rawit supaya tumbuh subur dan berbuah banyak.
Yang selanjutnya yaitu dilaksanakan proses dopping mula untuk memicu pertumbuhan bibit cabe.

Penyemaian embrio cabe rawit
Sebelum dijadikan bibit, benih-benih itu harus disemaikan terlebih dahulu. Tempat penyemaian mesti dinaungi dari terik matahari langsung, kucuran hujan deras dan terpaan angina.

Siapkan polybag berukuran 5 x 10 cm lantas isi dengan media tanam selama ¾ bagian. Media tanam seringkali terdiri dari gabungan arang, tanah, sekam dan kompos yang diaduk secara merata.

Rendam embrio cabe rawit dengan air hangat sekitar 6 jam untuk memicu pertumbuhannya lantas masukkan embrio kedalam polybag sedalam 0,5 cm dan tutup permukaannya dengan media tanam.

Lakukan penyiraman dua kali sehari yakni pagi dan senja hari dengan teknik tutup permukaan polybag dengan koran lantas siram dengan air sampai airnya menetes kepermukaan polybag. Hal ini dimaksudkan supaya tidak merusak media tanam.

Bibit ini dapat dipindahkan ke media lahan terbuka sesudah berumur 1 sampai 1,5 bulan dan berdaun 4-6 helai.

Pengolahan tanah
Bersihkan lahan dari gulma terlebih dahulu, lantas gali tanah sedalam 20-30 cm. sesudah itu, bikin bedengan dengan elevasi sekitar 10-20 cm di musim kemarau dan 40-50 cm pada musim hujan. Lebar bedengan selama 1- 1,2 m dengan panjang tergantung dari ukuran lahan.

Jarak antar bendengan yakni 40 cm. lantas buat lubang tanam dalam dua baris yang berjarak selama 50-60 cm, penciptaan lubang diciptakan secara zig-zag. Hal ini bermanfaat untuk menambah penetrasi sinar matahari dan sirkulasi udara. Pindahkan bibit dari polybag ke lubang tanam, lantas siram dengan air untuk mengawal kelembaban tanah.

Perawatan cabe rawit
Saat musim kemarau, penyiraman secara intens butuh dilakukan, karena andai tanaman cabe terlampau kering, maka cabe rawit dapat mati. Lakukan perendamana bendengan masing-masing dua minggu sekali.

Lakukan pemupukan sesudah tanaman ebrumur 1 bulan. Dan kerjakan pemupukan susulan sesudah tanaman ini panen, pemupukan dapat menggunakan pupuk organik atau kompos.

Perawatan yang beda yaitu mengerjakan penyiangan, sebab budidaya tumbuhan cabe rawit ini jarang memakai mulsa maka penyianagn mesti dilaksanakan lebih intensif lagi supaya bedengan bersih dari gulma.

Pemanenan cabe rawit
Cabe rawit bisa dipanen pada umur 70 sampai 75 hari sesudah masa tanam. Panen selanjutnya dapat dilakukan selang 3-7 hari. Biasanya frekuensi masa panen dilangsungkan hingga 15-18 kali panen. Namun semakin tua umur tumbuhan ,maka jumlah produktivitasnya bakal semakin menurun sampai-sampai tidak hemat lagi guna dipelihara. Proses pemanenan usahakan dilaksanakan saat pagi hari. Caranya yakni dengan memetik buah beserta tangkainya.

Sumber: FAUNADANFLORA.COM