BADAN-BADAN UTAMA OKI

BADAN-BADAN UTAMA OKI

BADAN-BADAN UTAMA OKI

3.2.1 KONFERENSI PARA RAJA DAN KEPALA NEGARA/PEMERINTAHAN

Konferensi para Raja dan Kepala Negara/Pemerintahan merupakan badan otoritas tertinggi dalam organisasi. Semula badan tersebut mengadakan sidangnya apabila kepentingan umat Islam memandang perlu untuk mengkaji dan mengkoordinasikan kebijaksanaan mengenai masalah-masalah yang menyangkut kepentingan dunia Islam. Tetapi pada KTT III OKI di Mekkah, bulan Januari 1981, ditetapkan bahwa KTT diadakan sekali dalam tiga tahun untuk menetapkan kebijakan-kebijakan yang akan diambil OKI.

Semenjak kelahirannya, OKI telah menyelenggarakan  10 (sepuluh)  kali KTT, yaitu:

  1. KTT I : Rabat, Maroko,  22-25 September 1969
  2. KTT II  : Lahore, Pakistan, 22-24 February 1974
  3. KTT III : Mekkah, Saudi Arabia, 25-28 January 1981
  4. KTT IV : Casablanca, Maroko, 16-19 January 1984
  5. KTT V  : Kuwait, 26-29 January 1987
  6. KTT VI : Dakar, Senegal, 9-11 Desember 1991.
  7. KTT VII : Casablanca, Maroko, 13-15 Desember 1994
  8. KTT VIII   : Teheran, Iran, 9-11 Desember 1997.
  9. KTT IX : Doha, Qatar, 12-13 November 2000
  10. KTT X  : Kuala Lumpur, Malaysia, 16-17 Oktober 2003

3.2.2 KONFERENSI PARA MENTERI LUAR NEGERI

Dalam Article V Piagam OKI disebutkan bahwa Konferensi Para Menteri Luar Negeri (KTM) diadakan sekali dalam setahun bertempat disalah satu negara anggota.  Pertemuan yang dihadiri oleh para Menteri Luar Negeri tersebut akan memeriksa dan menguji “progress report”  dari implementasi atas keputusan-keputusan dari kebijakan yang diambil  pada pertemuan puncak.

KTM Luar Biasa dapat diadakan atas permintaan satu atau beberapa negara anggota atau diminta oleh Sekretaris Jenderal dengan persetujuan mayoritas dua per tiga negara anggota. KTM berhak pula meminta disidangkannya Konferensi Tingkat Tinggi.

Sampai saat ini telah dilangsungkan 30 kali KTM dengan negara penyelenggara (tuan rumah) sebagai berikut :

  1. KTM I    : Jeddah, Saudi Arabia, Maret 1970
  2. KTM II   : Karachi, Pakistan, Desember 1971
  3. KTM III : Jeddah, Saudi Arabia, February – Maret 1972
  4. KTM IV : Bengazi, Libya, 24-26 Maret 1973
  5. KTM V   : Kuala Lumpur, Malaysia, 21-25 Juni 1974
  6. KTM VI : Jeddah, Saudi Arabia, 12-17 Juli 1975
  7. KTM VII   : Istanbul, Turki, 12-15 Mei 1976
  8. KTM VIII : Tripoli, Libya, 16-22 Mei 1977
  9. KTM IX : Dakar, Senegal, 24-28 April 1978
  10. KTM X   : Fez, Maroko, Mei 8-12 Mei 1979
  11. KTM XI : Islamabad, Pakistan, 17-22 Mei 1980
  12. KTM XII   : Baghdad, Irak, 1-5 Juni 1981
  13. KTM XIII : Niamey, Nigeria, 22-26 Agustus 1982
  14. KTM XIV : Dhaka, Bangladesh, 6-11 Desember 1983
  15. KTM XV   : Sana’a, Yaman Utara, 18-22 Desember 1984
  16. KTM XVI : Fez, Maroko, 6-10 Januari 1986
  17. KTM XVII  :  Amman, Jordania, 21-25 Maret 1988
  18. KTM XVIII   :  Riyadh, Saudi Arabia, 13-16 Maret 1989
  19. KTM XIX : Kairo, Mesir, 31 Juli – 5 Agustus 1990
  20. KTM XX   : Istanbul, Turki, 4-8 Agustus 1991
  21. KTM XXI : Karachi, Pakistan, 25-29 April 1993
  22. KTM XXII  :  Casablanca, Maroko, 10-12 Desember 1994
  23. KTM XXIII   :  Conakry, Guinea, 9-12 Desember 1995
  24. KTM XXIV   :  Jakarta, Indonesia, 9-13 Desember 1996
  25. KTM XXV  :  Doha, Qatar, 15-17 Maret 1998
  26. KTM XXVI   :  Ouagadougou, Burkina Faso, 28 Juni – 1 Juli 1999
  27. KTM XXVII  :  Kuala Lumpur, Malaysia, 27-30 Juni 2000
  28. KTM XXVIII   :        Bamako, Mali, 25-29 Juni 2001
  29. KTM XXIX   :  Khartoum, Sudan, 25-27 Juni 2002
  30. KTM  XXX :  Teheran, Iran, 28-30 Mei 2003

Sebagaimana telah menjadi kebiasaan, maka para Menteri Luar Negeri negara anggota OKI juga mengadakan Sidang Konsultasi Tingkat Menteri di New York dalam rangka Persidangan Majelis Umum PBB. Disamping itu ada pula Sidang-sidang KTM Luar Biasa.

3.2.3 SEKRETARIAT JENDRAL

Sekretariat Jenderal merupakan organ eksekutif OKI dan dipimpin oleh seorang Sekretaris Jenderal (Sekjen) dengan 4 (empat) orang Asisten Sekjen. Sekjen dipilih oleh KTM untuk masa jabatan 4 (empat) tahun dan tidak dapat dipilih kembali. Perubahan jabatan menjadi empat tahun tersebut ditetapkan dalam KTT III di Mekkah tahun 1981 sedangkan sebelumnya masa jabatan tersebut hanya untuk dua tahun saja tetapi dapat  diperpanjang untuk masa tidak lebih dari dua tahun. Sekretariat Jenderal dipercayakan mengimplementasikan keputusan-keputusan yang diambil oleh KTT dan KTM.

Secara berturut-turut, Sekretaris Jenderal yang telah  melaksanakan  tugasnya sejak OKI berdiri, adalah :

  1. Tengku Abdul Rahman, Malaysia (1970 – 1973)
  2. Hassan Tuhami, Mesir (1974 – 1975)
  3. Amadou Karim Gaye, Senegal (1975 – 1979)
  4. Habib Chatty, Tunisia (1979 – 1984)
  5. S.S. Przada,  Pakistan (1985 – 1988)
  6. Hamid Al Gabid, Mesir (1989 – 1996)
  7. Azeddine Laraki, Maroko (1997 – 2000).
  8. Abdelouahed Belkeziz, Maroko (2001 – 2004)
  9. Dr. Ekmeleddin Ýhsanoðlu, Turki (2005 – sekarang)

Sekretariat Jenderal yang juga merupakan Markas Besar OKI berkedudukan di Jeddah, Saudi Arabia.

3.2.4. MAHKAMAH ISLAM INTERNASIONAL

Mahkamah dimaksudkan akan mempunyai fungsi dan peranan penting sebagai badan peradilan untuk menyelesaikan sengketa antar negara anggota secara damai. Ide pembentukan Mahkamah ini berasal dari KTT III di Mekkah.  KTT  XIII di Niamey telah pula menetapkan Kuwait sebagai tempat kedudukan Mahkamah Islam Internasional tersebut.


Sumber: https://syifa.student.ittelkom-pwt.ac.id/mozilla-resmi-luncurkan-browser-firefox-quantum/